AS Roma Rombak Lini Serang, Masa Depan Evan Ferguson dan Artem Dovbyk Dipertanyakan
Artem Dovbyk berusaha merebut bola dari bek tengah Napoli Amir Rrahmani --OfficialASRoma/x
Dovbyk pun berada dalam posisi sulit. Penyerang Ukraina itu baru mencetak tiga gol musim ini dan dipastikan menepi hingga April usai menjalani operasi bulan lalu.
Absennya Dovbyk membuka ruang bagi Gasperini untuk lebih mengandalkan penyerang dengan mobilitas tinggi, karakteristik yang dimiliki Malen dan Vaz.
Robinio Vaz sendiri memang belum menjadi pilihan utama, tetapi statusnya sebagai pembelian permanen senilai 25 juta euro (sekitar Rp475 miliar) di usia 18 tahun menunjukkan AS Roma melihatnya sebagai aset jangka panjang.
BACA JUGA:AS Roma Belanja Lagi, Mathys Tel dan Radu Dragusin Masuk Radar
BACA JUGA:Torino vs AS Roma 0-2, Paulo Dybala antar I Giallorossi Masuk 4 Besar
Dengan 22 penampilan bersama Olympique Marseille musim ini serta torehan empat gol dan dua assist, Vaz dinilai cocok dengan profil penyerang modern yang aktif bergerak, menjemput bola, dan membuka ruang bagi second line.
Sementara itu, Bryan Zaragoza diharapkan memberi dimensi berbeda di lini serang. Sebelum bergabung dengan AS Roma, winger muda asal Spanyol itu tampil cukup produktif saat dipinjamkan ke Celta Vigo.
Ia mencatatkan 26 penampilan dengan dua gol dan empat assist. Keunggulan Zaragoza terletak pada kemampuan dribel satu lawan satu, yang membuatnya berpotensi menjadi pembeda saat AS Roma menghadapi lawan dengan blok pertahanan tinggi.
Menariknya, AS Roma tidak sepenuhnya menutup opsi mempertahankan salah satu dari Dovbyk atau Ferguson di musim panas nanti.
BACA JUGA:El Aynaoui Bersinar di AS Roma, Barcelona Siapkan Tawaran
BACA JUGA:AS Roma vs Torino 2-3: Giallorossi Tersingkir dari Coppa Italia

Aksi Donyell Malen (tengah) dalam laga tandang AS Roma vs Torino, lanjutan Serie A 2025/2026 pekan ke-21, Senin 19 Januari 2026--@OfficialASRoma-X
Kehadiran Malen dan Vaz yang lebih mobile justru bisa dilengkapi oleh satu striker klasik bertipe target man. Dalam situasi tertentu, misalnya ketika AS Roma sedang tertinggal menghadapi lawan yang bertahan total, opsi bola panjang dan duel udara tetap dibutuhkan sebagai variasi taktik.
Dalam skema 3-4-2-1 andalan Gasperini, AS Roma sejatinya masih memiliki banyak kreativitas di belakang striker, seperti Matias Soule, Lorenzo Pellegrini, Stephan El Shaarawy, hingga Lorenzo Venturino yang baru didatangkan dari Genoa.
Absennya Paulo Dybala hingga akhir Februari memang menjadi kendala, tetapi fleksibilitas lini serang AS Roma kini jauh lebih baik dibanding paro pertama musim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: football italia