Potensi Perang Paregreg II di Era Modern

Potensi Perang Paregreg II di Era Modern

ILUSTRASI Potensi Perang Paregreg II di Era Modern.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

KETIDAKPASTIAN situasi global telah menyeret konflik di setiap belahan bumi. Perebutan sumber daya kini dikangkangi oleh kerakusan yang mengabaikan nilai-nilai peri kemanusiaan dan penghormatan terhadap hak makhluk Tuhan yang paling mulia. 

Lihatlah bagaimana Jazirah Arab senantiasa terjebak dalam pertikaian, terpapar pertempuran sengit yang seakan tak berujung. Pun Amerika Latin dininabobokkan oleh kepemimpinan kartel dan narkoba. 

Benua Afrika tak kunjung lepas dari bulanan pemangsa uranium. Begitu pula kawasan Indo-Pasifik yang siap bergolak setiap saat. Sebuah masa depan yang amat suram menanti di hadapan. 

BACA JUGA:Perang di Venezuela: Bahasa Diplomasi 'Clausewitzian' Mengguncang Geopolitik Amerika Selatan

BACA JUGA:Jika Tak Ingin Perang, Demokratislah!

Konflik antara kekuatan besar, ditambah dengan falsafah hukum alam Cokromanggilingan yang mencerminkan dinamika kehidupan, terus berlangsung seiring dengan pergerakan semesta. 

Kekuatan ekonomi dan militer Tiongkok makin menunjukkan taringnya, sementara bayang-bayang imperialisme dan penindasan terus merajalela dalam upaya mengeruk kekayaan alam. 

Dalam konteks ini, pemikiran Karl Marx tentang ”kapitalisme yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan” dalam Das Kapital (1867) menjadi sangat relevan, mendemonstrasikan bagaimana kekuatan yang mencari keuntungan dapat mengorbankan masyarakat yang lebih lemah. 

BACA JUGA:Perang Iran-Israel, Tanda Bahaya dari Timur Tengah

BACA JUGA:Perang Dagang dan Keamanan Nasional Tiongkok

Langkah-langkah AS telah menciptakan suasana penuh kekacauan, membuka jalan bagi ketegangan dan konflik di seluruh dunia. 

Dengan mengintegrasikan perspektif filsafat dunia yang terkenal itu, kita dapat lebih memahami bagaimana niat baik diperlawankan dengan kerakusan, dan bagaimana konflik dapat mengganggu keseimbangan global.

Teori hegemoni menyatakan bahwa persaingan antara negara besar dapat memicu konflik, terutama dengan kebangkitan kekuatan baru seperti Tiongkok. 

BACA JUGA:Perang Dagang dan Momentum UMKM Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: