Dies Natalis ke-43, Psikologi Unair Hadirkan Teater Boneka dan Pojok Curhat di Balai Kota
Booth mewarnai di acara Giat Pengabdian Masyarakat oleh Fakultas Psikologi Unair pada 8 Februari 2026 di Balai Kota Surabaya-Rosyidah Ariyati-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-43, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) menggelar aksi pengabdian masyarakat yang berfokus pada kesehatan mental dan tumbuh kembang anak.
Acara berlangsung di Balai Kota Surabaya pada Minggu pagi, 8 Februari 2026. Giat Pengabdian Masyarakat itu melibatkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan Fakultas Psikologi Unair.
Dalam acara tersebut, pihak penyelenggara membuka akses layanan psikologi secara cuma-cuma bagi masyarakat umum. Mereka yang datang pun tampak antusias menjajal berbagai layanan psikologis yang diadakan.
Laboratorium Psikologi Teater Boneka dan PAUD Anak Ceria yang hadir pada Minggu pagi itu, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas kreatif untuk stimulasi motorik dan sensori.
BACA JUGA:Alumni Komunikasi Unair 1991 Gelar ‘Baur Sadalu 2026’, Napak Tilas Kampus dan Pererat Silaturahmi
BACA JUGA:RS Unair Hadirkan Cathlab Berbasis Teknologi Virtual, Biaya Bisa Ditanggung BPJS Kesehatan!

MENJEPIT BENDA di atas pasir menjadi aktivitas yang mengasyikan dalam Giat Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Unair di Balai Kota Surabaya pada Minggu, 8 Februari 2026. -Rosyidah Ariyati-Harian Disway
Di Teater Boneka, anak-anak diajak untuk mengurangi penggunaan gadget secara berlebihan. Penyelenggara menawarkan berbagai aktivitas lain yang tidak melibatkan gawai sebagai alternatif kegiatan.
Aktivitas seperti mengambil benda-benda kecil yang tersebar di pasir menggunakan penjepit dilakukan untuk melatih perkembangan sensori anak-anak.
"Selain membantu aspek perkembangan, juga membantu stimulasi anak-anak mengelola emosi," ujar Dynna Wahyu, salah seorang guru PAUD dari Unit Terapan.
Selain bermain dengan pasir, ada pula aktivitas kreatif dari kawat bulu. Mulai dari yang paling mudah seperti membuat bentuk kupu-kupu hingga yang rumit seperti pohon palm. Aktivitas ini bisa dilakukan oleh orang dewasa juga.
BACA JUGA:FIB Unair Dorong Pelajar Jadi Warga Digital yang Beretika dan Santun Berbahasa
BACA JUGA:Berdayakan Aset BUMdes, Mahasiswa BBK 7 Unair Tingkatkan Visibilitas Rooftop Kopi Senja Mojokerto
"Tujuannya adalah melihat motorik halus mereka berkembang. Apabila ditemukan hambatan, bisa menjadi indikasi awal untuk asesmen perkembangan lebih lanjut," ujar Erlisa Oktavia Sentosa, pemagang dari Unit Terapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: