Pentol Kabul, dari Sepeda ke 97 Stan di jawa Timur (2-Habis): Ingin Sidoarjo Jadi Pusat Pentol Kabul

Pentol Kabul, dari Sepeda ke 97 Stan di jawa Timur (2-Habis): Ingin Sidoarjo Jadi Pusat Pentol Kabul

KEBANGGAAN MUKHLIS saat menunjukkan pentol hasil kerja kerasnya selama ini.-Boy Slamet-

Perjuangan Mukhlis kini terbayarkan. Ada 97 stan yang ada di bawah kendalinya. Hampir seluruh Jawa Timur sudah ’’ditaklukannya’’. Mulai Lamongan hingga Probolinggo, ada Pentol Kabul. Tapi, Mukhlis belum menganggap misinya sudah rampung. Ada misi lain yang masih terganjal.

DULU Mukhlis memulai usahanya seorang diri. Ia berbekal sepeda dan keranjang yang isinya panci penuh pentol. Dari atas sadel, Mukhlis menjajaki karirnya menuju kesuksesan. Tapi, itu dulu. Sekarang armadanya merentang dari Probolinggo di sisi selatan, hingga Lamongan di utara.

Perlahan tapi pasti, Mukhlis merangkul satu kecamatan demi kecamatan. Di Malang raya, jejak Pentol Kabul kini hampir menyeluruh: dari Pujon, Kayutangan, sampai ke perbatasan Kediri. Hanya Malang selatan yang belum tersentuh.

Semua sudah tahu Pentol Kabul..

Nah, nama merek itu sebenarnya dari kakak pertama Mukhlis. Kakaknya juga berjualan pentol. Mereknya: Pentol Sabar.

BACA JUGA:Pentol Kabul, dari Sepeda ke 97 Stan di Jawa Timur (1): Lulus SMA, Langsung Gas Pol

BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Pemilik Usaha Pentol Kabul M. Mukhlis: Qian Li Zhi Xing, Shi Yu Zu Xia

Tapi, saat berjualan, sang kakak sering diganggu anak kecil. Sehingga, kakak Mukhlis marah.

Nama Pentol Sabar pun tidak cocok lagi. Pentol Sabar kok penjualnya ngamukan.

Akhirnya kakak Mukhlis berganti merek: Pentol Kabul.

“Kalau dipanggil lebih enak. Bul, bul, bul, Pentol Kabul,” beber Mukhlis. Nah, nama itulah yang dibawanya sampai sekarang.

Merek anyar itu terbukti ’’membawa hoki.” Permintaan terus melonjak. Jaringan penjual berkembang pesat. Kabul makin melekat di lidah masyarakat Jawa Timur. Baik mereknya. Juga pentolnya.

Strategi Mukhlis sebenarnya sederhana. Ia memotong rantai distribusi. Mukhlis memberikan harga lebih murah kepada penjual dengan mengizinkan pengambilan langsung dari pabrik.

"Yang Malang Selatan sudah banyak yang ambil sendiri, jadi saya enggak nambah stan di sana. Jadi, saya lari ke Gresik," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: