Kapal Buatan PT PAL Jadi Tulang Punggung Operasi A2/AD TNI-AL
Tiga kapal PT PAL KRI Raden Eddy Martadinata, KRI Semarang, KRI Halasan amankan aset Rp173,6 miliar di Bangka Belitung.-PT PAL Indonesia-
HARIAN DISWAY - Deretan kapal perang produksi PT PAL Indonesia (Persero) menjadi tulang punggung operasi Latihan Anti-Akses dan Anti-Amfibi (A2/AD) TNI Angkatan Laut (TNI-AL) di perairan Bangka Belitung.
Dalam misi strategis tersebut, TNI-AL berhasil mengamankan aset negara senilai Rp173,6 miliar dari aktivitas ilegal. Itu mejadi pencapaian yang menegaskan kapabilitas alutsista karya anak bangsa di kancah pertahanan maritim.
Keberhasilan operasi itu tidak lepas dari kontribusi tiga kapal andalan PT PAL: KRI Raden Eddy Martadinata (331), KRI Semarang (594), dan KRI Halasan (630).
Ketiganya memainkan peran komplementer dalam menjaga kedaulatan wilayah, mulai dari deteksi dini, mobilitas pasukan, hingga respons cepat terhadap ancaman di laut.
BACA JUGA:PT PAL Indonesia Pimpin Konsolidasi Galangan Kapal Nasional
BACA JUGA:PT PAL Indonesia Perkenalkan Senjata Laser Portabel
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan bahwa kapal perang buatan dalam negeri terbukti handal dalam menjalankan operasi strategis untuk menjaga kedaulatan dan pertahanan nasional.
"Keberhasilan TNI-AL dalam menjaga aset negara di Bangka Belitung dengan kapal-kapal buatan anak bangsa adalah bukti bahwa kita berada di jalur yang tepat menuju Indonesia yang berdaulat dan mandiri," ujar Kaharuddin pada siaran pers, Selasa, 17 Februari 2026.

KRI Raden Eddy Martadinata (331) menjaga kawasan di Bangka Belitung.-PT PAL Indonesia-
Secara teknis, setiap kapal membawa spesifikasi unggulan yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional. KRI Raden Eddy Martadinata (331) merupakan light frigate yang dilengkapi sistem radar mutakhir dan persenjataan modern.
Kapal itu dirancang untuk pengamanan udara dan permukaan laut secara simultan. Kapal tersebut juga menjadi mata dan telinga armada dalam mendeteksi potensi ancaman dari jarak jauh.
Sementara itu, KRI Semarang (594) berjenis Landing Platform Dock (LPD) yang berperan vital dalam mobilitas pasukan serta dukungan logistik di wilayah kepulauan.
BACA JUGA:KRI Balaputradewa-322, Fregat Rasa Destroyer Karya PT PAL Indonesia
BACA JUGA:Indonesia Bakal Uji Tembak Kapal Selam Tanpa Awak Produksi PT PAL Surabaya Akhir Bulan Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: