Surabaya Bukan Dubai: Obsesi Langit dan Lupa Tanah
ILUSTRASI Surabaya Bukan Dubai: Obsesi Langit dan Lupa Tanah.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Februari masih panjang. Hujan masih bakal turun. Langit mendung masih menggelayut. Jika pola pikir tidak berubah, cerita tentang motor mogok dan jalanan berubah sungai bakal terus berulang.
Padahal, banjir adalah hasil karya tangan manusia. Hasil dari ketidakpedulian pada tata ruang. Hasil dari obsesi menjadi megah, tapi lupa pada fondasi dasar. Surabaya butuh solusi, bukan sekadar janji manis yang hanyut terbawa arus selokan.
Mari berhenti bermimpi jadi Dubai. Jadilah Surabaya yang sesungguhnya. Surabaya yang ramah air, sejuk, dan nyaman dipijak. (*)
*) Teddy Afriansyah, mahasiswa magister kajian sastra dan budaya, Universitas Airlangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: