Tip Atur Waktu Tidur Agar Tetap Produktif Saat Puasa
Tidur teratur di bulan puasa membantu menjaga energi tetap stabil dan konsentrasi tidak mudah turun saat beraktivitas.-Jamaludin Yusup-iStockphoto.com
HARIAN DISWAY - Ramadan selalu datang dengan perubahan jadwal yang tak bisa dihindari. Waktu makan maju ke dini hari, malam terasa lebih panjang karena ibadah, sementara pagi tetap menuntut tubuh untuk sigap bekerja.
Tak sedikit yang akhirnya mengeluh mengantuk di kantor, sulit konsentrasi, bahkan merasa energi cepat terkuras sebelum waktu berbuka tiba.
Masalahnya bukan semata karena puasa, melainkan pola istirahat yang ikut berantakan. Tidur jadi terpotong-potong, durasinya berkurang, dan kualitasnya menurun.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memengaruhi performa harian dan membuat aktivitas terasa lebih berat dari biasanya.
BACA JUGA:Tip Mencegah Bau Mulut Saat Puasa Ramadan 2026
BACA JUGA:Marah-Marah saat Puasa? Hati-Hati, Bisa Kurangi Pahala! Begini Tip Jaga Emosi

JAM TIDUR menjadi krusial selama Ramadan. Agar tetap bugar dan fokus menjalani aktivitas dari sahur hingga berbuka, jam tidur perlu diatur. -Jamaludin Yusup-iStockphoto.com
Padahal, dengan pengaturan waktu tidur yang tepat dan strategi sederhana yang konsisten, tubuh tetap bisa beradaptasi. Ritme istirahat yang terjaga membantu menjaga fokus, stamina, dan suasana hati sepanjang hari.
Berikut sejumlah kiat yang bisa diterapkan agar tetap produktif selama menjalani puasa.
1. Tidur Lebih Awal pada Malam Hari
Jangan menunda waktu tidur setelah tarawih atau aktivitas malam. Usahakan mulai beristirahat lebih cepat agar tubuh tetap mendapat durasi tidur yang cukup sebelum sahur.
Tidur lebih awal membantu mengganti waktu istirahat yang terpotong karena bangun dini hari. Idealnya, orang dewasa tetap mendapatkan total 7–8 jam tidur per hari, meski terbagi.
BACA JUGA:6 Aktivitas Sederhana setelah Sahur Agar Tetap Produktif Saat Puasa
BACA JUGA:9 Manfaat Puasa Syawal setelah Lebaran Bagi Kesehatan Tubuh dan Mental

MENGUAP pada jam kerja bisa menjadi sinyal kelelahan. Istirahat yang cukup jadi kunci agar tetap segar dan produktif.-Gratsias Adhi Hermawan-iStockphoto.com
2. Manfaatkan Power Nap
Jika memungkinkan, ambil tidur singkat 15–30 menit di siang hari. Power nap membantu mengembalikan fokus dan energi tanpa membuat tubuh terasa “berat”.
Hindari tidur terlalu lama karena bisa menyebabkan pusing dan sulit tidur di malam hari.
3. Konsisten dengan Jam Tidur dan Bangun
Meski jadwal berubah, usahakan tetap memiliki waktu tidur dan bangun yang relatif sama setiap hari.
Konsistensi membantu tubuh menyesuaikan ritme sirkadian (jam biologis), sehingga kualitas tidur tetap terjaga walau pola makan berubah.
BACA JUGA:Menag: Jadikan Ramadan 2026 Momentum Perkuat Kesalehan Sosial dan Harmoni Bangsa
BACA JUGA:Ramadan 2026: Negara dengan Puasa Terlama dan Terpendek di Dunia, Selisihnya Berjam-Jam!
4. Batasi Konsumsi Kafein setelah Berbuka
Kopi atau teh memang menggoda saat berbuka, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu malam.
Kafein bisa bertahan di tubuh selama beberapa jam dan membuat tidur tidak nyenyak. Pilih air putih atau minuman hangat non-kafein agar tubuh lebih rileks menjelang tidur.
5. Ciptakan Suasana Tidur yang Nyaman
Pastikan kamar gelap, sejuk, dan minim gangguan suara. Jauhkan gawai setidaknya 30 menit sebelum tidur.
Cahaya dari layar ponsel dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membantu tubuh merasa mengantuk.
BACA JUGA:Rabu Abu Tandai Awal Puasa Umat Katolik, Berbarengan dengan Awal Ramadan 2026
BACA JUGA:Berlangsung sampai 13 Maret 2026, Bazaar Ramadhan Extravaganza Hadir Sepanjang Bulan Suci
6. Perhatikan Pola Makan saat Sahur
Hindari makan berlebihan atau terlalu pedas dan berlemak saat sahur. Makanan berat berlebihan bisa membuat perut tidak nyaman dan mengganggu kualitas tidur setelah sahur.
Dengan pengaturan yang tepat, puasa bukan alasan untuk kehilangan produktivitas. Justru, manajemen tidur yang baik bisa membuat tubuh lebih terkontrol, pikiran lebih fokus, dan aktivitas tetap berjalan optimal hingga waktu berbuka tiba. (*)
BACA JUGA:Minuman Isotonik Saat Sahur, Aman atau Justru Bikin Cepat Haus? Ini Faktanya
BACA JUGA:Daftar Sayuran Hidroponik Paling Cepat Panen untuk Stok Sahur Ramadan 2026
*) Mahasiswa Magang dari Prodi Ilmu Komunikasi, UNTAG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber