Harus Tetap Nyetir Saat Puasa? Begini Sahur yang Tak Bikin Mengantuk
Sahur on the road? Ini beberapa jenis makanan yang perlu dihindari.-Antonio Diaz-iStockphoto.com
HARIAN DISWAY - Sahur bukan hanya soal kenyang. Apa yang masuk ke perut sebelum imsak ikut menentukan bagaimana tubuh "bekerja" sepanjang hari.
Maka, salah pilih menu akibatnya bisa panjang. Puasa bisa terganggu karena merasa lebih cepat haus, badan terasa lemas, kepala berat, dan konsentrasi buyar.
Kehidupan modern menuntut banyak orang menjadi mandiri. Termasuk, berkendara sendiri menuju tempat kerja atau aktivitas rutin. Bagi mereka yang mobilitasnya tinggi, kewaspadaan harus selalu terjaga.
Menyetir pagi hari selama Ramadan adalah tantangan tersendiri. Godaan terbesarnya adalah mengantuk. Apalagi, jika asupan sahurnya kurang tepat.
BACA JUGA:Tak Sahur tapi Tetap Puasa? Begini Dampaknya bagi Kesehatan
BACA JUGA:Bolehkah Makan Sahur setelah Imsak? Ini Penjelasan Lengkapnya!

BERKENDARA tiap pagi rawan ngantuk pada bulan puasa. Atur asupan sahur agar badan tetap bugar. -Klebercordeiro-iStockphoto.com
Mengemudi harus fokus. Refleks juga harus prima. Selain itu, stamina tubuh harus bagus. Sedikit saja lengah karena mengantuk, risikonya bisa besar di jalan. Karena itu, sahur tak bisa asal kenyang lalu tidur lagi.
Ada strategi sederhana yang bisa diterapkan agar energi lebih tahan lama dan rasa kantuk tak mudah datang saat berkendara. Kuncinya ada pada pilihan menu sahur.
Berikut beberapa strategi menjaga kebugaran badan dan stamina selama Ramadan agar aktivitas berangkat kerja tidak terganggu dan perjalanan tetap aman.
Hindari Jenis Makanan Ini saat Sahur
1. Tinggi Gula
Makanan manis seperti kue, donat, atau sereal tinggi gula memang cepat memuaskan rasa, tapi rasa kenyangnya singkat. Lonjakan dan penurunan kadar gula darah terjadi cepat, membuat energi drop dan tubuh cepat lemas.
BACA JUGA:5 Menu Sahur Aman Bagi Lambung, Cegah Asam Lambung Kambuh
BACA JUGA:5 Menu Sahur Lezat dan Bergizi agar Puasa Lebih Berenergi
Asupan sahur yang tinggi gula juga membuat tubuh perlu lebih banyak cairan untuk menyeimbangkan gula darah. Akibatnya, rasa haus lebih cepat datang.
2. Terlalu Asin
Kandungan garam yang tinggi pada makanan asin seperti ikan asin atau savoury snack memicu tubuh menahan cairan dan rasa haus lebih cepat. Itu membuat tubuh merasa tidak nyaman dan mudah letih selama puasa.

BUAH menjadi salah satu asupan sahur yang dianjurkan karena mengandung gula alami dan air. -BraunS-iStockphoto.com
3. Berminyak
Gorengan dan makanan berlemak berat memperlambat pencernaan sehingga tubuh "boros" energi untuk mencerna makanan tersebut. Hasilnya perut jadi tidak nyaman, mudah mengantuk setelah sahur, dan kebutuhan cairan meningkat.
4. Pedas Berlebihan
Rasa pedas berlebihan bisa memicu gangguan lambung dan sensasi haus cepat datang. Lambung yang tidak nyaman membuat fokus jadi terganggu dan tubuh terasa lebih cepat lemas.
BACA JUGA:Manis Alami Tanpa Gula! Cara Membuat Selai Kurma Rumahan untuk Olesan Roti Sahur
BACA JUGA:Minuman Isotonik Saat Sahur, Aman atau Justru Bikin Cepat Haus? Ini Faktanya
5. Minuman Berkafein
Kopi atau teh saat sahur justru bisa membuat tubuh kehilangan cairan lebih banyak karena efek diuretik kafein. Akibatnya risiko dehidrasi meningkat dan tubuh jadi lebih cepat lelah serta kurang fokus ketika berkendara.
6. Karbohidrat Sederhana
Makanan seperti roti putih atau mi instan cepat dicerna tubuh sehingga energi habis lebih cepat. Ini membuat rasa lapar atau lemas datang lebih awal sebelum waktu berbuka.
7. Instan dan Olahan
Makanan olahan umumnya rendah nutrisi, tinggi garam dan lemak, serta kurang serat. Maka dari itu tidak memberi rasa kenyang yang stabil dan energi yang bertahan lama selama puasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber