Mikroplastik Mengintai Kita (2): Masih Banyak yang Tak Tahu

Mikroplastik Mengintai Kita (2): Masih Banyak yang Tak Tahu

KANTONG PLASTIK yang masih menjadi pilihan populer pedagang di banyak kawasan.-Rosyidah Ariyati-Harian Disway-

“Mikroplastik juga bisa masuk ke tubuh lewat pencernaan. Bisa melalui penggunaan plastik sekali pakai untuk makanan panas. Panas menyebabkan polimer plastik terurai menjadi partikel mikroskopis yang tercampur dalam makanan,” imbuhnya ketika dihubungi Harian Disway pada 9 Februari 2026. 

BACA JUGA:Mikroplastik Kontaminasi Aliran Darah Ibu-Ibu di Gresik

BACA JUGA:Air Hujan Surabaya Tercemar Mikroplastik, Eri Minta Warga Berhenti Bakar Sampah

Mikroplastik pun dapat masuk ke aliran darah. Lalu menyebar ke seluruh tubuh. Berdasarkan sampel darah yang diambil dari pekerja pemilah sampah, tiap sampel bisa mengandung 4-6 jenis mikroplastik yang berbeda.

Mikroplastik juga menyebabkan peradangan dan berpotensi menyebabkan obesitas. Menurutnya, berbagai hasil uji mikroskopis juga menunjukkan bahwa mikroplastik juga ditemukan pada produk skincare pembersih wajah. Jenisnya microbeads.

Dalam kasus penemuan mikroplastik pada air ketuban yang dilakukannya pada pasien di puskesmas dan rumah sakit di Gresik, cemaran itu tidak menyebabkan keluhan kesehatan yang aneh selama melahirkan. Namun, mikroplastik tetap akan memberikan dampak pada bayi.

“Bayi bisa berenang di air ketuban yang mengandung mikroplastik. Mikroplastik itu berasal dari darah ibu, kemudian melewati plasenta dan mengalir ke darah janin. Untuk mengetahui dampak yang lebih jelas, masih perlu penelitian lebih lanjut,” terang Lestari.


TUMPUKAN SAMPAH yang menggunung di salah satu sudut Pasar Pakis, Surabaya. -Rosyidah Ariyati-Harian Disway-

Selain pada manusia, mikroplastik yang ditemukan pada air hujan dan sungai juga memengaruhi seluruh rantai makanan di perairan. Termasuk ikan yang biasa dikonsumsi oleh manusia. 

Mikroplastik yang tertelan dapat menyumbat saluran pencernaan dan memberikan rasa kenyang palsu pada ikan. Jenis mikroplastik yang paling tinggi konsentrasinya berdasar penelitian tersebut ialah polyvinylchloride (PVC). PVC biasa ditemukan dalam pembungkus makanan, perabotan rumah tangga, atau botol minuman.

“Ikan dari wilayah hilir yang tercemar mikroplastik tertinggi menunjukkan kondisi fisik yang buruk. Organ dalamnya hancur dan sangat cepat membusuk,” ungkap Nanik Retno Buwono, dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) kepada Harian Disway, 9 Februari 2026.

Ikan dapat menelan mikroplastik karena mengira partikel tersebut ialah makanannya di alam. Warnanya yang menarik memungkinkan mikroplastik tertelan oleh ikan. Sebab, mikroplastik berukuran kecil dan memiliki massa yang ringan sehingga mudah terbawa arus air.

Adapun pada plankton sejenis mikroalga, cemaran itu dapat menghambat berlangsungnya fotosintesis. Berdasar artikel ilmiah Review of The Toxic Effect of Microplastics on Terrestrial and Aquatic Plants, kandungan mikroplastik sejenis PVC dapat menurunkan kandungan klorofil pada mikroalga yang berfungsi sebagai bahan bakar fotosintesis. 

Selain itu, mikroplastik juga dapat merusak membran sel pada mikroalga. Mikroalga sendiri dapat berfungsi sebagai pakan alami bagi ikan. Partikel mikroplastik dapat menempel pada permukaan tubuhnya.

Jika mikroplastik dapat masuk ke tubuh ikan, maka ada beberapa dampak yang harus ditanggung oleh manusia yang mengonsumsinya. Dilansir dari berbagai sumber, studi terbaru mengungkapkan bahwa mikroplastik dapat ditemukan pada seafood. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: