Prestianni Diskors 1 Laga, UEFA Lanjutkan Penyelidikan Rasisme ke Vinicius Jr
Momen Vinicius terkena rasis dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dalam laga Benfica vs Real Madrid, playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu 18 Februari 2026-Valter Gouveia-Getty Images
HARIAN DISWAY - Dugaan rasisme yang melibatkan penyerang Benfica Gianluca Prestianni terhadap bintang Real Madrid Vinicius Jr memasuki babak baru. Prestianni dijatuhi sanksi larangan bermain satu laga oleh UEFA, ketika penyelidikan masih berlangsung.
Kasus itu mencuat setelah laga leg pertama playoff 16 Besar Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid di Lisbon, 17 Februari 2026. Insiden terjadi tak lama setelah Vinicius Jr mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut.
Ia melaporkan Prestianni kepada wasit Francois Letexier karena merasa dipanggil dengan sebutan "mono" (monyet). Dalam tayangan pertandingan, Prestianni terlihat menutup mulutnya dengan jersey saat berbicara kepada pemain asal Brasil itu.
UEFA membuka penyelidikan atas dugaan pelanggaran Pasal 14 Regulasi Disiplin UEFA. Yang mengatur tentang perilaku diskriminatif, termasuk penghinaan berdasarkan warna kulit, ras, agama, atau orientasi seksual.
BACA JUGA:Liam Rosenior Bela Vinicius: Perilaku Rasisme Harus Dihukum Seumur Hidup!
BACA JUGA:Benfica vs Real Madrid: Mourinho Sebut Vinicius Jr Pemicu Kekacauan di Lisbon
Aturan itu menyebutkan bahwa pelanggaran bisa berujung pada skorsing minimal 10 pertandingan atau hukuman lain yang dianggap pantas.

UEFA skors sementara Gianluca Prestianni (Benfica) atas dugaan rasisme terhadap Vinicius Jr (Real Madrid) saat penyelidikan atas bukti awal masih berlangsung.-Angel Martinez-Getty Images
Namun, alih-alih menjatuhkan sanksi 10 laga, UEFA melalui Badan Kontrol, Etik, dan Disiplin (CEDB) memutuskan untuk memberikan larangan bermain satu pertandingan secara sementara kepada Prestianni.
Ia dipastikan absen pada leg kedua di markas Real Madrid. Dalam pernyataan resminya, UEFA menyebut ada "prima facie violation" atau pelanggaran yang secara kasat mata memiliki dasar bukti awal.
Istilah hukum "prima facie" artinya, dari bukti awal, dugaan tersebut dinilai memiliki dasar yang cukup untuk tindakan sementara.
UEFA menegaskan bahwa keputusan itu belum final. Masih ada kemungkinan hukuman tambahan setelah investigasi rampung, dan jika Prestianni terbukti memaki Vinicius Jr dengan sebutan mono.
BACA JUGA:Real Madrid Tekuk Benfica di Lisbon, Vinicius Jr Laporkan Dugaan Rasisme
BACA JUGA:Rating Pemain Real Madrid yang Kalahkan Benfica di Leg Pertama Playoff 16 Besar, Vini On Fire!
Bantahan Prestianni dan Sikap Benfica
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: sport illustrated