Kultum Singkat Ramadan 2026, Keutamaan 10 Hari Pertama yang Penuh Rahmat
Suasana penyampaian kultum Ramadan di masjid yang mengingatkan jamaah tentang pentingnya memaksimalkan sepuluh hari pertama sebagai fase rahmat.-Alhannah Islamic Clothing-Pinterest
HARIAN DISWAY - Ramadan menjadi momen bagi umat Islam di seluruh dunia untuk lebih khusyuk beribadah. Pada Bulan Suci inilah kesempatan terbuka lebar untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah.
Selain menjalankan ibadah wajib seperti puasa dan salat lima waktu, suasana Ramadan juga identik dengan penyampaian tausiyah atau kultum.
Tradisi ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rangkaian ibadah, baik di masjid, musala, majelis taklim, maupun di lingkungan keluarga. Kultum Ramadan umumnya disampaikan sebelum atau sesudah salat tarawih.
Melalui penyampaian singkat tersebut, jemaah diingatkan kembali tentang pentingnya menjaga keimanan, memperbaiki akhlak, serta memanfaatkan bulan suci secara optimal agar tidak berlalu tanpa makna.
BACA JUGA:Ide Kultum Ramadan Singkat, Materi 5 Menit Menyentuh Hati

KULTUM disampaikan kepada jemaah masjid, musala, majelis taklim, pelajar, rekan kerja, hingga keluarga. -istina_muslim-Pinterest
Banyak pengurus masjid dan penceramah mencari referensi materi yang ringkas, jelas, dan mudah dipahami.
Istilah kultum sendiri muncul dari singkatan “kuliah tujuh menit”, meski pada praktiknya durasi penyampaian bisa lebih fleksibel. Mulai dari satu hingga lima menit, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi jemaah.
Naskah Kultum Ramadan: Keutamaan 10 Hari Pertama saat Bulan Ramadan
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, segala puji bagi Allah Swt. yang telah mempertemukan kita dengan bulan Ramadan yang penuh keberkahan.
BACA JUGA:4 Doa Ramadan yang Bisa Diajarkan untuk Anak TK, Bantu Si Kecil Semangat Puasa Setengah Hari
BACA JUGA:15 Doa Ramadan 2026 Versi Pendek untuk Caption Instagram dan WhatsApp
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber