Saat Nyepi, ASDP Hentikan Sementara Penyeberangan Jawa–Bali
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengharapkan perayaan hari suci umat Hindu terjaga dengan baik-Dok.ASDP-
Pemerintah juga menerapkan sistem penundaan perjalanan atau delaying system melalui buffer zone di jalur tol maupun non-tol. Pengaturan geofencing diberlakukan dengan radius sekitar 2,65 kilometer dari Pelabuhan Ketapang dan 2 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan pihaknya terus memperkuat kesiapan operasional untuk menghadapi periode Angkutan Lebaran 2026.
BACA JUGA:ASDP Pastikan Pengguna Jasa Bisa Refund Selisih Tarif Merak–Bakauheni
“Kami berkomitmen menempatkan keselamatan pengguna jasa sebagai prioritas utama. Berbagai langkah antisipatif terus kami lakukan agar layanan penyeberangan tetap andal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” katanya.
Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, ASDP juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Berdasarkan prediksi BMKG, potensi hujan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Selain itu, gelombang laut pada periode Maret hingga April diperkirakan berada pada kategori sedang dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur.
BACA JUGA:ASDP Operasikan Shuttle Bus Listrik dan Tambah 750 Life Jacket di Pelabuhan Merak
BACA JUGA:Daftar Mudik Gratis Lebaran 2026: Indomaret, ASDP, hingga Alfamart, Cek Syaratnya!
Sebagai langkah mitigasi, ASDP menyiagakan kapal tugboat untuk membantu manuver kapal saat menghadapi angin kencang dan arus kuat. Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, jumlah kapal yang beroperasi juga ditingkatkan dari 28 menjadi 32 unit guna memperkuat kapasitas layanan.
Secara nasional, ASDP memproyeksikan mobilitas pada Angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan. Khusus lintasan Jawa menuju Bali, jumlah penumpang diprediksi meningkat sekitar 10 persen dan kendaraan naik 9,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan lebih awal dengan membeli tiket melalui platform digital Ferizy yang dapat dipesan hingga H-60 sebelum keberangkatan.
BACA JUGA:ASDP Tetap Beroperasi di Tengah Cuaca Ekstrem, Mobilitas dan Bantuan Logistik ke Sumatera Terjaga
Dia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari pembelian tiket melalui calo dan memastikan data identitas diisi dengan benar agar proses perjalanan berjalan lancar.
“Melalui sistem Ferizy, pengguna jasa juga memiliki fleksibilitas perjalanan, termasuk fasilitas refund dengan potongan 25 persen serta reschedule dengan potongan 10 persen dari harga tiket,” ujarnyi.
Dengan kesiapan operasional yang diperkuat serta dukungan digitalisasi layanan, ASDP optimistis dapat menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, tertib, dan nyaman selama periode Angkutan Lebaran 2026. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: