Iran Mulai Gelombang Serangan Rudal-Rudal Jenis Baru, Ada Kheibar, Fattah, dan Khorramshahr
Konflik Iran, Israel, dan AS memasuki hari ke-8. Serangan di Selat Hormuz, kapal meledak, WNI hilang, hingga klaim AS kuasai wilayah udara Iran memperkeruh situasi Timur Tengah.-Press TV-
HARIAN DISWAY - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya telah memasuki “fase baru perang” dengan penggunaan teknologi rudal terbaru yang disebut akan menargetkan Israel serta pasukan Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat.
“Mulai sekarang, rudal Kheibar Shekan-4 akan diluncurkan menuju Teluk dan Timur Tengah, serta secara intensif menuju Israel dan pasukan Amerika yang ditempatkan di kawasan tersebut. Semua pihak yang memilih untuk berdiri melawan Iran akan menanggung konsekuensinya dalam beberapa jam ke depan,” terang Masoud Pezeshkian, dikutip dari Iran 24.
Lebih lanjut, dilansir dari laman Press TV, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mengumumkan peluncuran gelombang ke-24 operasi “True Promise 4”. Berupa pengerahan sistem rudal generasi baru terhadap target di wilayah Palestina terjajah dan pangkalan AS di seluruh kawasan.
“Markas besar pasukan teroris AS di pangkalan Sheikh Isa, Juffair, Ali al-Salem, dan al-Azraq termasuk di antara target yang dihantam dalam gelombang serangan ini,” ungkap Kantor Humas IRGC dalam sebuah pernyataan.
BACA JUGA:Hari Ketujuh Perang, Iran Lancarkan Operasi Janji Sejati Gelombang 24
BACA JUGA:Rudal Iran Hujani Kota-Kota di Israel, Kerusakan Meluas Saat Sishanud Kewalahan
Operasi tersebut berlangsung pada pagi hari sebagai bagian dari serangan gabungan pesawat nirawak (drone) dan rudal. Gelombang serangan terbaru ini dilaporkan akan melibatkan sistem rudal canggih yang dirancang untuk menyerang banyak target.
Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa target di dalam wilayah pendudukan berhasil dihantam selama operasi.

Reporter media-media Lokal Israel melaporkan kerusakan di kota-kota Israel akibat serangan rudal Iran-Israel Daily News dan Tasnim Hebrew-
“Juga di wilayah Be’er Sheva yang penting dan sensitif di wilayah pendudukan, pusat teknologi canggih, fasilitas keamanan siber, dan pusat dukungan militer termasuk yang kami target," sebut IRGC dalam pernyataannya.
Sebelumnya, IRGC mengklaim peluncuran rudal dilakukan secara sempurna melalui jaringan pangkalan rudal mereka. Operasi tersebut berhasil mematahkan klaim pihak lawan yang menyebut kemampuan pertahanan Iran melemah atau bahwa operasi rudal dan drone mereka mengalami kemunduran.
BACA JUGA:Trump Wajibkan Iran Menyerah Tanpa Syarat untuk Akhiri Perang
BACA JUGA:15 UPDATE Perang Iran vs AS–Israel Hari ke-7 di Timur Tengah
IRGC juga menyebut operasi ini menggunakan berbagai sistem rudal canggih, termasuk rudal Khorramshahr-4, Kheibar, dan Fattah.
IRGC menambahkan bahwa sejak operasi dimulai, mereka telah menyerang berbagai target strategis milik Amerika Serikat dan Israel. Meliputi Tel Aviv dan Al-Quds, serta menargetkan kepentingan Amerika seperti kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal AS yang beroperasi di Samudra Hindia.
Seorang profesor Iran, Mohammed Marandi, menyebutkan bahwa drone dan rudal Iran yang telah ditembak adalah drone dan rudal yang sangat tua dengan harga yang sangat murah. Iran bahkan belum mulai menggunakan teknologi terbaru, dan Amerika sudah menggunakan sistem pertahanan udara yang sangat mahal.
“Iran akan mengalahkan Amerika Serikat. Waktu akan membuktikannya,” ucap Profesor Mohammed Marandi dalam sebuah wawancara bersama Nawa Press.(*)
*) Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: