Heboh Bayi-Bayi Hidup Dibuang di Jakarta: Dampak Kemiskinan?
ILUSTRASI Heboh Bayi-Bayi Hidup Dibuang di Jakarta: Dampak Kemiskinan?-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Isi surat: ”Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Zidan ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan, tolong anggap seperti anak sendiri. Adik saya ini sudah diberi nama Amira Ramadhani.” Di akhir surat, ditulis: Zidan usia 12 tahun.
Entah itu pengakuan jujur pembuangnya atau sekadar modus. Polisi sulit menemukan pembuangnya. Tidak ada CCTV di sekitar situ. Akhirnya bayi diserahkan polisi ke Dinas Sosial Jakarta Selatan. Kini si bayi ditampung di Panti Balita Cipayung, Jakarta Timur.
Rabu pagi, 4 Maret 2026, tangis bayi moncer di depan bagian luar SD Tarakanita I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Guru pertama yang datang ke sekolah itu Maryono, 44. Ia kaget. Sumber tangis dari goodie bag di bawah pohon. Ada dua goodie bag di situ.
BACA JUGA:Bayi Rangkuti Memang Tertukar
BACA JUGA:Dag-dig-dug Tunggu Pertukaran Bayi
BACA JUGA:Akhir Drama Bayi Tertukar
Maryono tak langsung membukanya. Ia masuk gerbang sekolah, lalu memanggil Pak Bon sekolah (tukang kebun). Maryono bersama Pak Bon membuka goodie bag. Isi bayi terbungkus baby blanket. Goodie bag yang satu lagi isi perlengkapan bayi. Ada popok, tisu, susu bayi, dan selimut.
Bayi itu tampak sehat. Tangisnya kuat. Bayi digendong Maryono masuk sekolah. Lalu, diperiksa, jenis kelamin laki-laki. Kemudian, Maryono menelepon polisi.
Kasihumas Polres Jakarta Selatan AKBP Murodih kepada wartawan mengatakan, usia bayi itu diperkirakan dua-tiga hari. Oleh polisi, bayi dibawa dari SD Tarakanita ke Polres Jakarta Selatan.
Tak lama di polres, bayi itu dikirim ke Puskesmas Kebayoran Baru.
Murodih: ”Kalau dilihat dari TKP, bayi itu sengaja ditaruh di situ. Karena, kelengkapan bayinya sudah disiapkan juga. Kami mencari orang yang membuang. Kami masih meneliti rekaman CCTV untuk mencari pelakunya.”
Bayi dibuang di Indonesia sangat banyak. Di mana-mana. Terus terjadi. Mengapa?
Jawabnya, di Indonesia belum ada riset soal itu. Mungkin, bukan karena kita kebanyakan penduduk dan mayoritas miskin. Sebab, toh kehamilan bisa dicegah. Mungkin, dilahirkan remaja yang berhubungan seks tanpa kontrasepsi. Atau, bisa disebabkan apa saja.
Tapi, pasti, itu memprihatinkan. Ortu pembuangnya sudah menelantarkan anak. Bayangkan, saat bayi-bayi terbuang itu dewasa kelak dan tahu riwayat mereka, betapa sedih.
Dikutip dari The Guardian, Selasa, 4 Juni 2024, berjudul This whole case is extraordinary: survival of Baby Elsa and her siblings was a miracle, karya Patrick Butler, dikisahkan bayi dibuang di Inggris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: