Menteri Arema
ILUSTRASI Menteri Arema.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Dokter Benny adalah putra Pendeta Petrus Octavianus. Pendiri Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) Batu, Malang. Yayasan itu memiliki banyak sekolah dan rumah sakit yang menyebar di seluruh Indonesia.
Karena itu, ia memiliki pengalaman yang cukup. Baik sebagai dokter, sebagai pemilik rumah sakit, maupun sebagai pekerja sosial. Pengalamannya itulah yang dijadikan dasar mereformasi ekosistem pelayanan kesehatan di Indonesia.
BACA JUGA:Kementerian Baru Prabowo
BACA JUGA:Menteri AHY dan Pergeseran Bandul Politik
Melalui ayahnya itu, ia mengenal keluarga Presiden Prabowo. Karena itu, ketika presiden ke-8 RI itu mendirikan Partai Gerinda, Benny diminta untuk mengurus organisasi sayap kesehatan partai itu. Menjadi ketua Badan Kesehatan Indonesia Raya.
Ia dikenal sebagai salah seorang kepercayaan Presiden Prabowo di bidang kesehatan. Sebelum diangkat menjadi wakil menteri, pria berdarah NTT tersebut pernah menjadi asisten khusus menteri pertahanan bidang kesehatan saat Prabowo menjadi menhan RI.
Begitu mantan danjen Kopassus dilantik menjadi orang pertama RI, ia pun diangkat menjadi anggota kabinet untuk membantu Menkes Budi Gunadi Sadikin. Selain Benny, ada juga menjadi Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.
Masuknya dokter Benny yang kader Partai Gerindra menjadi penyeimbang politik di dalam kementerian. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan sangat kuat dengan teknokrat dan profesional di bawah Budi Gunadi Sadikin.
Ini berarti, presiden menempatkan figur yang punya loyalitas politik langsung. Ada mata dan telinga politik presiden di kementerian yang anggarannya sangat besar itu.
Sektor kesehatan menjadi bagian dari arsitektur kekuasaan politik. Bukan sekadar sektor teknokratis. Dokter Benny menjadi penghubung antara jaringan medis dan politik. Dengan demikian, presiden punya orang untuk memastikan programnya berjalan.
Seperti sampean tahu, Kementerian Kesehatan merupakan kementerian dengan anggaran besar dan program populis. Karena itu, perlu mendapat pengawalan khusus secara politik dari lingkaran presiden.
Kementerian itu harus mengawal berbagai program penting. Misalnya, Program Makan Bergizi Gratis, penguatan layanan kesehatan primer, serta hilirisasi industri farmasi dan alat kesehatan. Juga, reformasi sistem BPJS Kesehatan.
Yang menarik, ia sedang mendesain pemerataan pelayanan kesehatan primer. Misalnya, akan merombak sistem pemilahan dokter spesialis dan dokter umum. Yang selama ini terkesan punya derajat berbeda.
Ke depan tidak ada pemilahan antara dokter spesialis dan umum. Ia akan mendorong dokter umum menjadi dokter spesialis keluarga. Dengan demikian, tak akan ada lagi kasta dalam dunia kedokteran.
Bagi CDC RS Mata Undaan, kunjungan Dokter Benny itu sangat berarti. Menjadi penyemangat rumah sakit heritage terbesar di Indonesia Bagian Timur itu. Sekaligus mendorong peran CDC RSMU yang berdiri tahun 2020 itu lebih bermakna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: