Ekstrak Nanas, Kunyit, dan Minyak Sawit Merah Bisa Mereduksi Dampak Cemaran Mikroplastik
PESERTA dan pengisi seminar yang hadir di FK UKWMS pada Senin, 9 Maret 2026. - Ilmi Bening - Harian Disway
"Mikroplastik dapat masuk melalui hidung dan mulut. Di dalam tubuh, mikroplastik memicu inflamasi dan stres oksidatif. Respons tubuh terhadap cemaran tersebut berbeda, tergantung terpaparnya berapa banyak,” terangnya.
Hal sederhana yang bisa masyarakat lakukan untuk menangkal dampak mikroplastik adalah dengan menggunakan masker ketika bepergian.
Hal lain yang juga berguna untuk menekan dampak mikroplastik adalah dengan mengurangi penggunaan wadah makanan plastik.
BACA JUGA:Air Hujan Surabaya Tercemar Mikroplastik, Eri Minta Warga Berhenti Bakar Sampah
BACA JUGA:Mikroplastik Mengintai Kita (1): Kadar di Surabaya Paling Tinggi
Bagi perusahaan pengolahan air, mengurangi dampak mikroplastik dapat dilakukan dengan meningkatkan filtrasi dalam proses pengolahannya.
Dari sekian banyaknya polimer mikroplastik yang dipaparkan dalam seminar itu, Dr. Ir. Roy Hendroko Setyobudi, M.Si justru menyoroti sumber polimer yang sering terlupakan, yakni elastomer dari abrasi ban mobil.
Hasil abrasi ban yang melayang di udara mampu menyuplai cemaran mikroplastik dari dua arah, yakni lewat gesekan dengan aspal dan sampah ban bekas yang dibiarkan saja di ruang terbuka dalam waktu lama.
"Menunggu aksi dari pemerintah saja tidak cukup, kita harus melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi mikroplastik," paparnya.
BACA JUGA:Mikroplastik Mengintai Kita (2): Masih Banyak yang Tak Tahu
BACA JUGA:Ecoton Ungkap 5 Teh Celup Ternama Mengandung Mikroplastik, Apa Risikonya bagi Kesehatan?
Ia lantas menambahkan bahwa beberapa bahan dari alam bisa mereduksi efek cemaran mikroplastik. Bahan alami yang dimaksud adalah ekstrak nanas, kunyit, dan minyak sawit merah.
Bahan-bahan tersebut mengandung antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terkait treatment bahan alami tersebut pada hewan memberikan hasil yang positif.
Bahan-bahan alami itu mendorong perbaikan dan pemulihan (rehabilitasi) sel pada pankreas dan hati. "Dalam penelitian ini, kami menggunakan red palm oil," kata Roy.
Ia lantas mengajak peserta seminar menyimak perbandingan foto jaringan yang ditampilkannya. "Pada kelompok kontrol, sel-selnya terlihat normal. Namun, pada yang terpapar polusi, sel-selnya rusak," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: