Daftar Buah yang Sebaiknya Tak Langsung Dimakan saat Berbuka Puasa
Tidak semua buah cocok dikonsumsi saat berbuka puasa. Beberapa jenis buah justru dapat memicu gangguan pencernaan jika dimakan saat perut masih kosong.-Lizardlandia-Pinterest
HARIAN DISWAY - Buah memang pilihan populer untuk berbuka puasa. Rasanya yang segar dan kandungan vitaminnya yang banyak, ideal untuk memulihkan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Tidak sedikit orang yang langsung menyantap buah sebagai takjil pembuka setelah mendengar azan. Namun, tidak semua jenis buah cocok dikonsumsi saat perut masih kosong.
Beberapa buah justru berpotensi memicu gangguan pencernaan, seperti iritasi lambung, kenaikan asam lambung, hingga rasa tidak nyaman di perut.
Berikut lima jenis buah yang sebaiknya dihindari atau dibatasi saat berbuka puasa, beserta alasannya:
BACA JUGA:8 Buah Penahan Dahaga yang Bisa Dikonsumsi saat Sahur Ramadan 2026
BACA JUGA:Segar Maksimal! 5 Es Buah Klasik yang Selalu jadi Primadona saat Berbuka Puasa
1. Nanas: Enzim Bromelain Bikin Iritasi Lambung

NANAS mengandung enzim bromelain dan asam organik yang dapat memicu iritasi lambung jika dikonsumsi saat perut kosong.-Sam Schumann-Pinterest
Nanas dikenal dengan rasa asam-segar yang khas. Namun, buah ini mengandung asam organik dan enzim bromelain yang dapat memicu iritasi pada dinding lambung, terutama jika dikonsumsi saat perut masih kosong.
Bagi individu dengan riwayat maag, GERD, atau sensitivitas lambung tinggi, menyantap nanas saat berbuka tidak disarankan. Bisa menyebabkan nyeri ulu hati, mual, dan rasa perih yang mengganggu kenyamanan ibadah.
2. Jeruk: Kadar Asam Tinggi Picu Kenaikan Asam Lambung

JERUK mengandung asam sitrat dengan kadar tinggi, berpotensi meningkatkan produksi asam lambung ketika dimakan saat berbuka.--Pinterest
Jeruk memang kaya vitamin C dan menyegarkan. Sayangnya, kandungan asam sitrat yang tinggi dalam jeruk dapat merangsang produksi asam lambung berlebih saat dikonsumsi dalam kondisi perut kosong.
Dampaknya, sensasi perih di lambung, rasa panas di dada (heartburn), atau ketidaknyamanan epigastrium. Terutama, pada penderita gangguan asam lambung kronis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber