Daftar Buah yang Sebaiknya Tak Langsung Dimakan saat Berbuka Puasa
Tidak semua buah cocok dikonsumsi saat berbuka puasa. Beberapa jenis buah justru dapat memicu gangguan pencernaan jika dimakan saat perut masih kosong.-Lizardlandia-Pinterest

SEMANGKA memang membantu rehidrasi. Namun, konsumsi berlebihan saat berbuka dapat membuat perut terasa kembung.--Pinterest
Semangka sebenarnya aman dan menyehatkan karena kandungan airnya yang tinggi membantu rehidrasi.
Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah besar saat perut kosong, semangka dapat menyebabkan perut terasa kembung akibat volume cairan yang masuk secara tiba-tiba.
BACA JUGA:Segar dan Menyehatkan, Buah-buahan Ini Cocok Dikonsumsi saat Bulan Puasa
BACA JUGA:Segar dan Viral! Resep Es Mango Sago 2026 yang Cocok untuk Menu Berbuka Puasa
Selain itu, rasa kenyang instan dari semangka berisiko mengurangi nafsu makan saat menyantap makanan utama, sehingga asupan nutrisi makro seperti protein dan karbohidrat kompleks menjadi kurang optimal.
Tips Memilih Buah Aman untuk Berbuka Puasa
Agar berbuka puasa tetap nyaman dan pencernaan terjaga, terapkan panduan berikut:
- Prioritaskan buah manis alami: Pilih buah dengan kadar asam rendah seperti melon, pepaya, pisang, atau kurma yang lebih ramah bagi lambung kosong.
- Perhatikan porsi: Konsumsi buah dalam jumlah wajar—cukup 1–2 porsi kecil sebagai pembuka sebelum makan utama.
- Kombinasikan dengan makanan lain: Makan buah setelah menyantap sedikit makanan ringan atau protein, dapat membantu menetralkan efek asam.
- Hindari buah dingin langsung dari kulkas: Suhu ekstrem dapat memicu kram lambung pada sebagian orang; biarkan buah mencapai suhu ruang sebelum dikonsumsi.
- Kenali kondisi tubuh sendiri: Jika memiliki riwayat gangguan pencernaan, konsultasikan dengan dokter atau nutrisionis untuk rekomendasi buah yang paling sesuai.
BACA JUGA:Segar Maksimal! 5 Es Buah Klasik yang Selalu jadi Primadona saat Berbuka Puasa
BACA JUGA:5 Resep Es Air Kelapa Muda sebagai Minuman Segar untuk Buka Puasa
Memilih buah yang tepat saat berbuka puasa harus mempertimbangkan kesehatan pencernaan agar ibadah Ramadan berjalan lancar.
Dengan menghindari buah-buah berisiko tinggi dan menerapkan prinsip konsumsi bijak, umat Muslim dapat menikmati kesegaran buah tanpa mengorbankan kenyamanan tubuh. (*)
*) Mahasiswa magang dari Program Studi Ilmu Hadits, UINSA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber