IRGC: Iran yang Menentukan Akhir Perang Timur Tengah, Bukan Amerika Serikat
Iran melalui The Islamic Revolution Guards Corps atau IRGC menyampaikan bahwa kapal penghancur Amerika dihajar ruda Iran pada Selasa 3 Maret lalu di Samudera Hindia.-dok disway-
HARIAN DISWAY – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa keputusan mengenai kapan perang di Timur Tengah berakhir berada di tangan Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya menyebut konflik dapat segera berakhir.
Trump mengatakan, perang kemungkinan tidak akan berlangsung lama. Ia juga memperingatkan bahwa jika konflik kembali dipicu oleh Iran, Amerika Serikat akan memberikan serangan yang jauh lebih keras.
BACA JUGA:Trump Klaim Perang Iran Bisa Segera Berakhir, AS Telah Capai Kemajuan Besar
BACA JUGA:Jawab Trump, Presiden Iran Nyatakan Negaranya Tak Akan Menyerah ke Amerika
“Perang ini akan segera berakhir. Tapi kalau mereka memulainya lagi, mereka akan dihantam jauh lebih keras,” kata Donald Trump dalam konferensi pers di Florida pada Senin, 9 Maret 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Trump pun mengklaim bahwa sebagian besar kemampuan militer Iran telah mengalami kerusakan signifikan akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.
Ia bahkan menyebut kemampuan persenjataan Iran kini tidak lagi terkoordinasi setelah berbagai fasilitas militernya diserang.
BACA JUGA:Perang Iran Ganggu Persiapan, Irak Desak FIFA Tunda Laga Playoff PIala Dunia
BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp17 Ribu Per Dolar di Tengah Perang Iran–AS, Harga BBM Terancam Naik
“Rudal mereka sudah terpencar dan tidak lagi terkoordinasi. Drone-drone mereka dihancurkan di berbagai tempat, termasuk fasilitas produksi drone mereka,” tambah Donald Trump.
Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh IRGC. Dalam pernyataannya, Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki kendali atas jalannya konflik di kawasan Timur Tengah.
Menurut IRGC, operasi militer Iran akan terus berlanjut selama masih ada ancaman terhadap kepentingan negara tersebut maupun sekutunya di kawasan.
Mereka juga menegaskan bahwa pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah tetap menjadi target potensial dalam konflik yang sedang berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: