Glaukoma Tidak Bisa Sembuh Total, Ini Pentingnya Deteksi Dini dan Menjalani Prosedur Operasi yang Tepat
KAMPANYE WGW 2026 di RS Mata Undaan Surabaya yang dihadiri oleh pasien penyintas glaukoma bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya deteksi dini dan menjalani operasi yang tepat.- Calista Salsabila Azhari - Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Peringatan World Glaucoma Week (WGW) 2026 di RS Mata Undaan Surabaya disemarakkan berbagai kegiatan edukatif bersama dr. Dewi Rosarina, Sp. M. Para pengidap glaukoma membagikan pengalaman pengobatan kepada peserta dan komunias Pejuang glaukoma Mata Undaan (JAGOAN).
Dalam sharing session di Auditorium dr. Badri, Sp. M., ditegaskan bahwa glaukoma adalah penyebab kebutaan permanen paling tinggi di dunia. Glaukoma dapat menyerang siapa pun, tanpa pandang bulu.
Di RS Mata Undaan Surabaya, banyak kasus glaukoma yang terjadi karena faktor menuanya usia. Bahkan belum ada pencegahan khusus untuk menghindari glaukoma.
Meski begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa glaukoma dapat menyerang manusia dalam usia yang masih muda. Sebab itu, pemeriksaan tekanan bola mata secara dini sangat penting untuk mengurangi keparahannya.
BACA JUGA:RS Mata Undaan Surabaya Perkenalkan Teknologi Lasik PresBYOND Saat Hari Jadi P4MU
BACA JUGA:Kunjungi Penderita Lumpuh Layuh dan Glaukoma

PERAYAAN WGW 2026 berlangsung pada 10 Maret 2026 di Auditorium dr. Badri, Sp.M. - Calista Salsabila Azhari - Harian Disway
Lewat kampanye WGW 2026 dalam acara Glow Iftar, pasien diedukasi tentang pengobatan glaukoma. Mereka juga mengatakan tentang apa-sapa saja yang meningkatkan risikonya, dan dampak dari glaukoma.
Adanya kampanye WGW 2026 diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan penyakit glaukoma. "Pertama, gejalanya adalah kornea mata merah, pusing, nyeri pada bagian mata. Setelah tahu didiagnosa glaukoma, saya merasa bingung dan shock,” kenang Anam, pasien glaukoma kepada audiens dalam sharing session, 10 Maret 2026.
Gangguan pada mata lainnya yang sering dialami oleh penyintas glaukoma adalah menyempitnya lapang pandang. Glaukoma tidak bisa benar-benar sembuh.
"Tujuan kami hanya untuk mempertahankan pandangan pasien selama mungkin bisa melihat. Caranya dengan membuat tekanan bola mata di angka yang aman,” terang dr. Dewi Rosarina, Sp. M, dokter spesialis Mata dan ketua WGW 2026.
BACA JUGA:RS Mata Undaan Surabaya Peringati World Sight Day di PG Twinkle, Jaga Kesehatan Penglihatan Anak
BACA JUGA:RS Mata Undaan Beri Kado HJKS ke-729, Periksa Mata Tak Perlu ke Luar Negeri
Angka yang aman tersebut artinya kembali seperti tekanan normal. Hasil angka pemeriksaan tekanan bola mata normal adalah 10-20 mmHG. Untuk menanganinya, dokter biasanya memberikan resep obat minum atau tetes mata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: