Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenhub Terapkan Delaying System di Merak–Bakauheni

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenhub Terapkan Delaying System di Merak–Bakauheni

Pemerintah menerapkan mekanisme buffer dan delaying system untuk mencegah kemacetan di Pelabuhan Merak Bakauheni-Kemenhub-

BACA JUGA:Menag Nasaruddin Umar Larang ASN Kemenag Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran

Sementara itu di Lampung, pemerintah juga menyiapkan buffer zone di sekitar Pelabuhan Bakauheni. Total kapasitasnya mencapai lebih dari 7.300 kendaraan kecil serta sekitar 2.800 truk. Titiknya tersebar di sejumlah rest area tol, kawasan arteri, serta area pelabuhan.

Selain pengaturan parkir dan penundaan kendaraan, Kemenhub juga menerapkan pembagian pelabuhan berdasarkan jenis kendaraan. 

Kebijakan tersebut sudah dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama dan mulai diberlakukan sejak 11 Maret 2026.

Dalam skema ini, Pelabuhan Merak akan melayani penumpang, sepeda, kendaraan kecil, serta bus selama periode arus mudik 13–29 Maret.

Sementara sepeda motor serta angkutan logistik golongan V dan VIb akan dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan.

BACA JUGA:Jelang Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Targetkan Perbaikan Tol Tuntas 14 Maret

BACA JUGA:Cara Ikut Mudik Gratis Motor Listrik Kemenhub 2026, Ini Syarat dan Prosedur Pendaftarannya!

Adapun truk besar golongan VII hingga IX diarahkan menggunakan Pelabuhan BBJ Bojonegara. 

Pemerintah berharap pembagian jalur ini dapat mengurangi potensi penumpukan kendaraan di pelabuhan utama. Pengaturan serupa juga akan diterapkan di Pelabuhan Bakauheni saat periode arus balik pada 23–29 Maret 2026.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Robert Rouw mengapresiasi kesiapan pemerintah dalam mengatur angkutan Lebaran tahun ini. Ia menilai penyelenggaraan mudik pada tahun sebelumnya sudah berjalan baik.

Namun ia berharap pengelolaan tahun ini dapat ditingkatkan, terutama dalam hal fleksibilitas pengaturan kendaraan jika terjadi kepadatan di salah satu pelabuhan.

Menurutnya, kendaraan seharusnya dapat dialihkan ke pelabuhan lain yang masih memiliki kapasitas agar kemacetan tidak semakin parah.(*)

*)Peserta Magang dari Universitas Airlangga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: