AI Pencabut Nyawa

AI Pencabut Nyawa

ILUSTRASI AI Pencabut Nyawa.-Arya/AI-Harian Disway-

Bulan Maret 2026 ini benar-benar berdarah.

BACA JUGA:Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Mengatasi Banjir Kota Palembang dan Mengubahnya Menjadi Sumber Energi

BACA JUGA:Mewaspadai Kecerdasan Buatan, Memperkuat Gotong Royong

Tiga petinggi elite Iran tewas beruntun. Ali Larijani. Gholamreza Soleimani. Esmaeil Khatib. Semuanya gugur secara presisi dalam hitungan 48 jam.

Apakah Israel mengirim agen rahasia menyusup ke Teheran? Pasti. Agen Mossad jelas bertebaran di lapangan.

Apakah mereka bekerja heroik sendirian seperti James Bond? Tidak sama sekali.

Peran mata-mata manusia kini sudah turun kasta. Mereka bukan lagi otak operasi. Mereka sekadar pelayan lapangan. Tukang konfirmasi visual. Tukang tanam sensor fisik.

Otak pencabut nyawa sesungguhnya adalah kecerdasan buatan. Sebuah ekosistem AI milik Israel bernama Lavender dan The Gospel.

Ini bukan lagi operasi intelijen tradisional. Ini adalah pabrik. Sebuah lini perakitan yang produk akhirnya cuma satu, yaitu daftar target kematian.

Sistem AI itu mengerikan karena ia tidak butuh tidur. Tidak butuh minum obat. Tidak punya rasa takut atau ragu. Tugasnya hanya menelan miliaran titik data setiap detik.

Dari mana datanya? Di sinilah ironi terbesar abad ini terjadi. Senjata makan tuan yang paripurna.

Rezim Iran selama bertahun-tahun memasang ribuan kamera pengawas di jalanan Teheran. Niat awalnya untuk mengawasi rakyatnya sendiri. Intelijen Israel rupanya berhasil meretas jaringan itu.

Kamera tersebut dikawinkan dengan citra satelit. Digabung dengan sinyal telepon seluler yang disadap. Ditambah dengan analisis pola kebiasaan hidup harian. Mesin itu membedah jaringan sosial mereka. Siapa bertemu siapa. Siapa menelepon siapa di jam berapa. Ke mana rute konvoi mobil pengawal bergerak.

Lalu, layar monitor di markas militer menyala. Menyodorkan nama target dengan akurasi 90 persen.

Berapa lama perwira manusia memeriksa data dari AI tersebut sebelum menekan tombol tembak?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: