Tips Menjaga Berat Badan Stabil Usai Rayakan Idulfitri: Strategi Kembali ke Pola Hidup Sehat

Tips Menjaga Berat Badan Stabil Usai Rayakan Idulfitri: Strategi Kembali ke Pola Hidup Sehat

Beragam hidangan khas Lebaran seperti opor, rendang, dan kue kering memang menggoda. Namun, dengan strategi tepat, berat badan tetap bisa terjaga setelah hari raya.--pinterest

Tips praktis: Gunakan piring lebih kecil untuk membantu mengontrol porsi, dan pastikan setiap piring mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta sayur dalam proporsi seimbang.

2. Batasi Konsumsi Makanan Tinggi Gula dan Santan


SANTAP makanan yang dipanggang, direbus, atau dikukus sebagai prioritas. Makanan jenis ini lebih sehat. --iStock

Kue kering, sirup manis, dan hidangan bersantan memang menjadi ikon kuliner Lebaran. Namun, kombinasi gula dan lemak jenuh dalam makanan ini sangat padat kalori.

Nikmati hidangan favorit dalam porsi kecil sebagai bentuk apresiasi terhadap tradisi, bukan sebagai menu utama.

Prioritaskan hidangan yang dipanggang, direbus, atau dikukus. Sajian tersebut lebih sehat ketimbang makanan yang digoreng atau dimasak dengan santan kental.

BACA JUGA:Mitos dan Fakta Seputar Puasa yang Bisa Menurunkan Berat Badan

BACA JUGA:Puasa Seharian, Kok Berat Badan Malah Naik?

3. Perbanyak Minum Air Putih untuk Metabolisme Optimal


MINUM 8-10 gelas air putih per hari membantu metabolisme optimal, detoksifikasi, dan mencegah keinginan ngemil berlebihan akibat dehidrasi.-Kinetico Peacock Water-Pinterest

Air putih berperan penting dalam proses metabolisme, detoksifikasi, dan regulasi nafsu makan. Dehidrasi ringan pun dapat disalahartikan tubuh sebagai rasa lapar, memicu keinginan ngemil berlebihan.

Usahakan minum 8–10 gelas air putih per hari. Mulailah hari dengan segelas air hangat untuk membantu pencernaan dan akhiri dengan cukup cairan sebelum tidur.

4. Mulai Aktivitas Fisik Ringan secara Konsisten


AKTIVITAS FISIK RINGAN seperti jalan kaki 20-30 menit atau peregangan pagi mampu membakar kalori dan meningkatkan mood pasca-liburan.-Susanto Shan-Pinterest

Tidak perlu langsung menjalani program olahraga intensif. Mulailah dengan aktivitas ringan seperti jalan kaki 20–30 menit, peregangan pagi, atau bersepeda santai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: halodoc