Gubernur Khofifah Tekankan Akses Air Bersih dan Kesetaraan Gender di Hari Air Sedunia

Gubernur Khofifah Tekankan Akses Air Bersih dan Kesetaraan Gender di Hari Air Sedunia

Gubernur Khofifah menyebut keterbatasan akses air masih menjadi persoalan global yang berdampak luas-Humas Pemprov Jatim-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Peringatan Hari Air Sedunia 2026 menjadi momentum penting bagi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk kembali menegaskan komitmennya. Yakni, memastikan akses air bersih yang merata bagi seluruh masyarakat.

Khofifah mengatakan pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan. Dia menyebut air sebagai kebutuhan dasar dan hak asasi manusia yang harus dipenuhi oleh negara. 

Keterbatasan akses air masih menjadi persoalan global yang berdampak luas. Utamanya pada aspek kesehatan, sosial dan ekonomi masyarakat.

Tema global peringatan Hari Ait Sedunia tahun ini adalah Water and Gender - Where Water Flows, Equality Grows. Tema yang sangat relevan dengan kondisi di lapangan.

BACA JUGA:Gubernur Khofifah Dampingi Kepala Basarnas Tinjau Siaga SAR Lebaran di Tanjung Perak


Gubernur Khofifah dan Marinir ajak warga bersihkan Kali Surabaya-humas pemrov Jatim -

Khofifah menjelaskan perempuan dan anak perempuan kerap menjadi kelompok paling terdampak ketika akses air bersih terbatas. Dalam banyak kasus, mereka harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air, sehingga menghambat akses pendidikan dan produktivitas.

“Ketika akses air tersedia secara adil, maka peluang untuk hidup sehat, produktif, dan setara juga semakin terbuka, khususnya bagi perempuan,” ujar Khofifah.

Dia juga mengungkapkan bahwa krisis air dunia masih menjadi tantangan serius. Jutaan hingga miliaran penduduk global masih hidup dalam kondisi kekurangan air.

Kondisi tersebut memicu terjadinya perubahan iklim dan pertumbuhan populasi. Dampaknya pun meluas hingga sektor pangan, mulai dari penurunan produksi hingga meningkatnya harga bahan pokok yang berujung pada kerawanan pangan.

BACA JUGA:Open House di Grahadi, Gubernur Khofifah Pererat Silaturahmi dan Berbagi Sembako

BACA JUGA:Puluhan Ribu Jamaah Padati Masjid Al Akbar Surabaya, Khofifah dan Gus Ipul Ikut Salat Idulfitri

Sejalan dengan itu, Khofifah mengapresiasi peran UNESCO yang terus mendorong pengelolaan air berbasis sains melalui berbagai program global. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air, termasuk dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pengelolaan air tanah.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu menekankan perempuan harus menjadi bagian dari solusi. Pendekatan berbasis hak, menurutnya, perlu diperkuat agar perempuan memiliki ruang lebih besar dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan air.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: