F1 2026 Berbenah: Regulasi Energi Dikoreksi Demi Kembalikan Esensi Balap
Tikungan 130R, tikungan paling ikonik di kalender Formula 1 dan di sirkuit Suzuka, Jepang. --Twitter Jon Noble @NobleF1
HARIAN DISWAY- Perubahan regulasi Formula 1 2026 mulai memicu kontroversi, menghadirkan gaya mengemudi yang tak biasa dan melakukan teknik super clipping menuai kritik keras dari para pembalap. Menjelang Grand Prix Jepang di Suzuka, FIA akhirnya melakukan penyesuaian penting demi menjaga esensi performa kejuaraan.
Pemanfaatan energi dan praktik super clipping, telah menjadi topik pembicaraan utama dalam dua putaran pembuka Formula 1 musim 2026.
Regulasi unit daya baru membawa perubahan signifikan pada gaya mengemudi para pembalap. Mobil dan pembalap kini harus mengorbankan kecepatan di area lintasan yang tidak biasa.
Data di lintasan menunjukkan bahwa kecepatan tertinggi cenderung mendatar, bahkan menurun di lintasan lurus. Artinya, pembalap secara sengaja mengurangi kecepatan di area yang biasanya dapat dilalui dengan pedal gas penuh.
Langkah ini dilakukan untuk mengisi ulang baterai, sehingga energi yang tersimpan dapat digunakan di bagian lintasan yang lebih efisien, dibandingkan hanya mengandalkan tenaga dari mesin pembakaran internal.
Dalam dua putaran pembuka, regulasi mengizinkan balap mengisi ulang energi hingga 9 MJ (MegaJoule) dalam satu putaran kualifikasi.
BACA JUGA:Jonathan Wheatley Tinggalkan Audi Mendadak, Sinyal Kuat Menuju Aston Martin?
BACA JUGA:Kontroversi Winglet Halo Scuderia Ferrari di GP China 2026, FIA Turun Tangan
Pengisian energi dapat dilakukan melalui beberapa teknik, seperti pengereman, mengangkat pedal gas ( lift-and-coast ), atau super clipping , yakni ketika sistem kelistrikan menyalurkan daya dari mesin pembakaran internal ke baterai.
Praktik ini secara efektif mengurangi tenaga dari mesin pembakaran internal, sehingga kecepatan mobil akan menurun meskipun pembalap tetap menginjak pedal gas penuh.
Kondisi ini menuai kritik dari pembalap dan penggemar. Max Verstappen bahkan menyamakannya dengan balapan Mario Kart, sementara Oscar Piastri menilai gaya mengemudi tersebut tidak intuitif.

Kru paddock Scuderia Ferrari sedang merakit mobil Charles Leclerc, jelang GP Jepang 2026--Twitter BrakeBoosted @BrakeBoosted
Menjelang Grand Prix Jepang, batas kualifikasi energi diturunkan dari 9 MJ menjadi 8 MJ. Kebijakan ini bertujuan mengurangi kebutuhan akan teknik pemulihan energi seperti lift-and-coast dan super clipping .
Dalam pernyataan resminya, FIA menyebut bahwa penyesuaian ini merupakan hasil diskusi bersama tim dan produsen unit daya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: