Fenomena Burnout pada Remaja: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya di Era Digital
Jangan anggap remeh burnout, bisa menyebabkan depresi hingga bunuh diri.-iStock-
Komunikasi yang terbuka juga membantu remaja merasa lebih dipahami. Ketika mereka tidak merasa sendirian, beban yang dirasakan pun menjadi lebih ringan. Dan lebih mudah untuk diatasi.
BACA JUGA:Digital Citizenship bagi Remaja: Ketika Literasi Digital Tak Cukup Tanpa Etika Berbahasa
BACA JUGA:Australia Resmi Melarang Remaja di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial
Jika burnout sudah terasa berat, tidak ada salahnya mencari bantuan profesional. Seperti konselor atau psikolog.
Penanganan yang tepat dapat membantu remaja kembali menemukan keseimbangan dalam hidupnya. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, UINSA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: