Keperkasaan Penyakit Campak

Keperkasaan Penyakit Campak

ILUSTRASI Keperkasaan Penyakit Campak.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

MENINGGALNYA seorang dokter berusia muda yang sedang menjalani program internship di Jawa Barat yang diperkirakan akibat penyakit campak yang memberat di pada Maret 2026 adalah sebuah tragedi. Berbagai sudut pandang dapat digunakan untuk menganalisis kasus tersebut. Satu hal yang sulit dibantah adalah penyakit campak itu masih perkasa dan memakan banyak korban di berbagai belahan dunia.

Dalam sejarah, penyakit campak ditemukan terlebih dahulu di hewan ternak dalam wujud saudara dekatnya yang disebut penyakit rinderpest pada sekitar abad keenam sebelum Masehi. 

Rinderpest yang hanya terjadi di hewan saat ini merupakan penyakit kedua yang sudah musnah di dunia, menyusul penyakit cacar (smallpox). Perpindahan penuh ke manusia diperkirakan sudah mulai terjadi sejak sekitar abad ketiga setelah Masehi.

BACA JUGA:Kasus Suspek Campak di Jatim Menurun Drastis, Dinkes Imbau Warga Tak Lengah

BACA JUGA:Kasus Campak Nasional Turun 93 Persen, Kemenkes Evaluasi Prosedur Kesehatan Usai Kematian Dokter Internsip

Pada zaman sebelum vaksin ditemukan, penyakit campak merajalela dan menimbulkan kematian hingga 2,6 juta per tahun. Di Indonesia penyakit campak diberi nama spesifik di tiap daerah yang menunjukkan bahwa sirkulasi sudah terjadi sejak lama dan bersifat merata.

Penyakit itu masuk kelompok demam dan ruam yang menunjukkan bahwa penderita campak akan mengalami demam dan bercak kemerahan sebagai tanda utama. Gejala dan tanda lain adalah batuk, pilek, dan keradangan pada mata. 

Pada sebagian penderita juga akan didapatkan bercak keputihan di dalam mulut, di bagian dalam pipi, sekalipun dalam waktu yang relatif singkat. Perjalanan klinis itu khas dan mengikuti aturan waktu tertentu. 

Menggali riwayat sakit dengan cermat dan memeriksa pasien dengan saksama dapat memperkirakan dengan hampir tepat, bahkan tanpa dukungan laboratorium apa pun.

BACA JUGA:Campak, Herd Immunity, dan Tantangan Kesehatan Publik

BACA JUGA:Komunikasi Krisis dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan KLB Campak di Sumenep

Jalur kematian campak biasanya terjadi dalam tiga tahap. Yang pertama bisa terjadi dalam waktu singkat apabila terjadi komplikasi. Penyulit tersering dan menakutkan adalah diare akibat gangguan sistem pencernaan dan sesak akibat infeksi paru. 

Kematian akibat penyulit jangka pendek itu bisa terjadi di minggu awal sakit. Jika penderita membaik, masih ada rintangan kedua yang menjadi fenomena unik campak. Kekebalan tubuh akan menjadi sangat menurun karena sebagian sel memori imunitas manusia musnah. 

Fenomena unik itu dimiliki oleh sangat sedikit penyakit. Tentu saja menurunnya sistem kekebalan membuat tubuh mudah dimasuki banyak sekali penyakit lain. Jika itu terjadi pada anak yang kondisi imunitasnya memang tidak sempurna, pastilah efeknya akan makin berat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: