PDIP Desak PBB Tindak Tegas Serangan terhadap Prajurit TNI di Lebanon

PDIP Desak PBB Tindak Tegas Serangan terhadap Prajurit TNI di Lebanon

SAID ABDULLAH, ketua DPP PDIP, mengecam serangan Israel terhadap pasukan perdamaian PBB di Lebanon yang menewaskan tiga prajurit TNI.--PDIP Jatim

HARIAN DISWAY – Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengecam serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon. Ia menegaskan bahwa PDIP berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas di kawasan tersebut. Apalagi, serangan juga menyebabkan lima prajurit terluka.

Said menegaskan bahwa serangan tentara Israel terhadap pasukan perdamaian PBB menjadi bukti bahwa mereka merasa berdiri di atas hukum. Jika dihitung sejak Oktober 2024, tentara Israel telah melakukan serangan 25 kali terhadap properti dan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.

Tragedi berulang yang dilakukan oleh Israel tersebut, menurut Said, seolah mendapatkan impunitas. Itu sama seperti ketika mereka melakukan kejahatan kemanusiaan di Gaza, Palestina. Dunia dan PBB seolah tak kuasa menahan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel.

"Terbunuhnya tiga prajurit TNI dan terlukanya lima yang lain harus menjadi momentum bagi PBB untuk bertindak lebih tegas dan nyata terhadap Israel sebagai pembuktian organisasi ini masih berfungsi," tegasnya dalam keterangan tertulis Jumat, 3 April 2026. 

BACA JUGA:Kecam Serangan Israel terhadap Pasukan PBB di Lebanon: Said Abdullah Desak Tindakan Tegas Internasional

BACA JUGA:FIES Sumenep Gagas Ekonomi Berbasis Sekolah, Said Abdullah: Kami Ingin Siswa Berdikari

Ketua Banggar DPR RI itu menambahkan bahwa Dewan Keamanan, Mahkamah Internasional, Sekjen PBB, dan seluruh bangsa harus melakukan langkah-langkah nyata sebagai berikut: 

1. Mengajukan Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) atas kejahatan yang memenuhi empat unsur sekaligus:

a. The crime of genocide (genosida), diatur dalam Pasal 6 Statuta Roma.

b. Crimes against humanity (kejahatan terhadap kemanusiaan), diatur dalam Pasal 7 Statuta Roma.

BACA JUGA:Said Abdullah Paparkan Tata Kelola dan Anggaran MBG dalam APBN

BACA JUGA:Said Abdullah Tegaskan, Kewenangan Ritel Modern Ada pada Pemerintah, Bukan DPR

c. War crimes (kejahatan perang), diatur dalam Pasal 8 Statuta Roma.

d. The crime of aggression (agresi), khusus mengenai kejahatan agresi belum diatur lebih rinci dalam Statuta Roma,[8] dan Mahkamah akan melaksanakan yurisdiksi setelah suatu ketentuan diadopsi sesuai dengan Pasal 121 dan 123 Statuta Roma.

2. Menuntut pertanggungjawaban langsung Israel atas terbunuhnya tiga prajurit TNI dan terlukanya lima yang lain dalam bentuk; (1) pengakuan tindakan penyerangan tersebut dan, (2) permintaan maaf dalam forum resmi di PBB, (3) menyatakan siap bertanggung jawab melalui mekanisme peradilan oleh ICC.

3. Menyerukan berbagai negara untuk memutuskan hubungan diplomatik dan kerja sama berbagai bidang dengan Israel. Juga, mengisolasi Israel dalam hubungan dengan berbagai bangsa bangsa di dunia.

BACA JUGA:Ramadan, Said Abdullah Salurkan Zakat Mal ke Ribuan Jemaah Tarawih di Sumenep

BACA JUGA:Rapat Koordinasi, Said Abdullah Minta Kader PDIP Jatim Respons Cepat Persoalan Sosial di Daerah

Beberapa negara di Eropa yang semula menjadi mitra baik Israel telah melakukan hal tersebut. Said mengapresiasi langkah pemerintah Spanyol yang menarik dubesnya dari Israel.

Ia juga menghargai Prancis dan Denmark yang menolak penjualan senjata ke Israel. Terhadap sejumlah negara lain yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel, Said juga memberikan apresiasi.

4. Segera melaksanakan keputusan Majelis Umum PBB tentang solusi dua negara, Palestina dan Israel sebagai dua negara yang berdiri. Pengakuan Palestina sebagai negara berdaulat ini oleh 142 anggota Majelis Umum PBB dari 193 negara yang hadir pada 2025.

Langkah ini untuk mengantisipasi tindakan Israel yang berdiri atas doktrin terkutuk, yang merasa sebagai bangsa terpilih, dan merasa wilayah Israel dan sekitarnya sebagai tanah yang dijanjikan, sehingga mereka merasa berhak mendirikan perluasan kekuasaan Israel.

BACA JUGA:Said Abdullah Soroti Tujuh Prioritas OJK di Bawah Kepemimpinan Friderica Widyasari Dewi

BACA JUGA:Said Abdullah Apresiasi Mundurnya Petinggi OJK dan BEI, Dorong Reformasi Kebijakan Free Float

5. Mencuci dosa masa lalu dengan pertobatan, serta membawa keadilan dan rasa kemanusiaan pada masa kini. Sejak zaman dulu, Bangsa Yahudi dan sejarah Negara Israel memang penuh dengan sejarah kekerasan. Bahkan, nabi-nabi mereka saja mereka bunuh.

Nabi Zakharia AS & Nabi Yahya AS dibunuh karena menyampaikan pesan Allah yang bertentangan dengan kepentingan penguasa. Nabi Yesaya AS, Yeremia AS, dan Amos AS, dibunuh dan dianiaya karena menentang penyimpangan agama, korupsi politik, dan ketidakadilan.

Rakyat Israel, imbuh Said, harus menuntut pemerintahnya melakukan hal ini, atau mereka akan semakin dikucilkan oleh dunia. Apalagi di media sosial sentimen terhadap Israel dan Yahudi semakin meluas. (*)

BACA JUGA:Said Abdullah Nilai Parliamentary Threshold Penting Jaga Konsolidasi Demokrasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: