Pasuruan Ingin Bangun Pusat Ekraf, Tapi Terkendala Efisiensi Anggaran
Pelaku ekonomi kreatif butuh tempat khusus. Pemkot Pasuruan terkendala anggaran menyediakan gedung pusat ekonomi kreatif -Lailiyah Rahmawati -
PASURUAN, HARIAN DISWAY - Pemerintah Kota Pasuruan masih berupaya mewujudkan pusat pengembangan ekonomi kreatif sebagai ruang bersama bagi para pelaku usaha kreatif.
Namun, rencana itu belum bisa berjalan penuh karena terbentur efisiensi anggaran. Terutama untuk renovasi gedung yang disiapkan sebagai lokasi utama.
Saat ini, Pemkot Pasuruan menyiapkan empat lokasi alternatif yang bisa dipakai sementara oleh komunitas ekonomi kreatif. Yakni bekas gedung pelayanan Covid-19 atau eks perpustakaan di Taman Kota, Ampere Theater TIC, Taman Wisata Mebel Bukir, serta bekas kantor Dinas Sosial (Dinsos).
BACA JUGA:Wali Kota dan Bupati Pasuruan Kompak Pilih Tidak Latah Wajibkan ASN Bersepeda untuk Hemat BBM
BACA JUGA:Tinjau Banjir Pasuruan, Gubernur Khofifah Pastikan Keselamatan Warga
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan Dyah Ermitasari menjelaskan, gedung eks Dinsos di Jalan Wahidin Sudirohusodo sejatinya disiapkan menjadi pusat ekonomi kreatif permanen.
Namun, bangunan itu belum bisa dimanfaatkan karena kondisinya dinilai rawan dan membutuhkan renovasi.
"Untuk sementara sambil menunggu ada anggaran renovasi kantor eks Dinsos, maka teman-teman ekraf bisa menggunakan gedung eks covid, ampere teater TIC, atau taman wisata bukir," ungkap Mita.
BACA JUGA:Banjir di Pasuruan, Masyarakat Sindir Rusaknya Lereng Gunung Bromo, Welirang, dan Arjuno
BACA JUGA:Kota dan Kabupaten Pasuruan Dikepung Banjir Parah, Arus Balik Jalur Pantura Tersendat
Menurutnya, Pemkot tetap menaruh perhatian serius terhadap pertumbuhan sektor ekonomi kreatif. Kehadiran pusat aktivitas ini diharapkan bisa menjadi ruang kolaborasi antarpelaku usaha, komunitas, hingga pegiat seni dan kreatif di Kota Pasuruan.
Selain sebagai tempat berkumpul, pusat ekonomi kreatif juga diharapkan mampu menjadi simpul pengembangan ide, promosi produk, hingga penguatan jejaring usaha lokal.
Soal nama gedung, Pemkot belum menetapkan identitas resminya. Mita menyebut, pihaknya masih membuka ruang bagi pelaku ekraf dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) untuk merumuskan nama yang paling tepat.
BACA JUGA:Petani Pasuruan Ini Gunakan Susu Sapi dan Daun Mimbo untuk Pupuk Padi, Panennya Melimpah!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: