Prabowo Prioritaskan Keselamatan Jamaah di Tengah Eskalasi Timur Tengah Jelang Haji 2026
Pemerintah menegaskan keselamatan jamaah haji menjadi prioritas utama pemerintah di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah.-Sekretariat Kepresidenan-
HARIAN DISWAY - Pemerintah memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah tetap berjalan sesuai rencana meskipun terjadi eskalasi geopolitik di Timur Tengah dengan menempatkan keselamatan jamaah sebagai prioritas utama, Rabu, 15 April 2026.
Menteri Haji dan Umroh K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim menyampaikan bahwa perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah menjadi perhatian serius pemerintah dalam menjamin kelancaran pelaksanaan ibadah haji bagi jamaah Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus memantau dinamika global secara cermat guna memastikan keamanan dan kenyamanan jamaah.
“Eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah menjadi perhatian pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji. Presiden memerintahkan bahwa keselamatan jamaah adalah prioritas utama. Sehingga, semua skenario penyelenggaraan ibadah haji dan rencana mitigasi risiko harus didasarkan pada prinsip tersebut,” kata Irfan dalam Konferensi Pers Pemerintah di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta.
Selain itu, pemerintah telah menetapkan strategi pengamanan secara menyeluruh yang mencakup berbagai aspek penting dalam perjalanan ibadah haji. Pengamanan tidak hanya difokuskan saat jamaah berada di Arab Saudi, tetapi juga selama proses keberangkatan, kepulangan, hingga distribusi logistik.
BACA JUGA:Tips Menjaga Kesehatan Bagi Jemaah Haji 2026 untuk Hadapi Cuaca Ekstrem di Arab Saudi
BACA JUGA:Pemerintah Ungkap Arab Saudi Tak Terbitkan Visa Haji Furoda 2026
“Fokus pada keamanan jamaah di Arab Saudi, keamanan selama perjalanan ke dan dari Arab Saudi, serta keamanan logistik selama melaksanakan ibadah haji,” jelasnya.
Sementara itu, meskipun terjadi dinamika kawasan seperti ketegangan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, pemerintah memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan haji tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga terkait.
“Dari hasil koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, otoritas bandara, maskapai penerbangan, serta otoritas Arab Saudi, penyelenggaraan ibadah haji tetap dilakukan sesuai jadwal,” ujarnya.
Pada tahun 2026, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221 ribu jamaah yang terdiri atas 203.320 haji reguler dan 17.680 haji khusus. Keberangkatan kloter pertama dijadwalkan pada 22 April 2026 menuju Madinah, dilanjutkan ke Makkah.
BACA JUGA:Antrean Haji Dipangkas Jadi 26 Tahun, Dahnil: Sistem Keuangan Ikut Dibenahi
BACA JUGA:Kemenhaj Kaji Sistem 'War Tiket Haji', Antrean Puluhan Tahun Bisa Diubah
Adapun keberangkatan terakhir direncanakan pada 21 Mei 2026, dengan puncak ibadah haji diperkirakan berlangsung pada 22 Mei 2026 dan rangkaian inti ibadah pada 26 Mei 2026. Sementara itu, proses pemulangan jamaah akan dilakukan secara bertahap mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
Pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar dengan dukungan pengamanan maksimal serta koordinasi intensif antarinstansi, sehingga jamaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: