Garam Madura Menghidupi Dunia, tapi Infus Kita Bergantung pada Mereka

Garam Madura Menghidupi Dunia, tapi Infus Kita Bergantung pada Mereka

ILUSTRASI Garam Madura Menghidupi Dunia, tapi Infus Kita Bergantung pada Mereka-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

Padahal, jarak antara garam rakyat dan garam farmasi bukanlah jurang tak terjembatani. Ia hanya membutuhkan satu hal: keputusan untuk naik kelas.

Jika hilirisasi dilakukan secara serius, rantai nilai akan berubah total:

• Petani tidak lagi menjual bahan mentah. 

• Industri tidak lagi bergantung pada impor. 

• Dan, farmasi nasional tidak lagi berada dalam posisi rentan. 

Pertanyaannya sekarang bukan lagi ”bisakah kita mandiri?”

Apakah kita memang mau mandiri atau sekadar ingin terlihat seperti itu?

Suatu hari, mungkin seorang petani di Madura akan melihat ke tambaknya dan tahu bahwa hasil panennya tidak hanya akan sampai ke meja makan, tetapi juga ke ruang-ruang perawatan, menyelamatkan nyawa.

Dan, pada hari itu, kita tidak hanya bicara tentang garam. Kita bicara tentang martabat.

”Dari Madura, untuk Indonesia”. (*)

*) apt. Subhan Rullyannsyah, S.Farm., M.Farm., Akademisi dan peneliti FMIPA, Unesa, dan kandidat doktor farmasi Universitas Airlangga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: