Nggetih
ILUSTRASI Nggetih.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
Pentingnya Berkesenian yang Bertanggung Jawab
Sungguh kita sebagai bangsa Indonesia harus berterima kasih kepada Kanjeng Sunan Bonang, Kanjeng Sunan Kalijaga, dan siapa pun yang rela menyunggi kemuliaan bangsa dan negara ini dengan segenap jiwa raganya dalam wasilah wadah apa pun, termasuk kesenian.
Dengan begitu, generasi berikutnya mampu memberikan kritik yang membangun yang enak dilihat, didengar, dan bisa direnungkan dalam ruang sepi.
Jika semua itu tidak terjadi, bisa jadi generasi penerus akan mengungkapkan kritikan mereka dengan mencabut trafick light, membakar ban bekas, membakar gedung, atau bahkan mengeksekusi siapa pun yang mereka tidak sepakati, sebagaimana saat pecahnya Revolusi Prancis 1789.
Hingga terbunuhnya Raja Louis XVI, yang kemudian disusul dibunuhnya Ratu Marie Antoinette, dia dinyatakan bersalah pada sidang, hingga akhirnya dipenggal di Place de la Revolution (sekarang Place de la Concorde) Paris Perancis guillotine pada 16 Oktober 1793, sembilan bulan setelah eksekusi mati atas suaminya, Raja Louis XVI.
Indonesia Raya: Nusantara, Bukan Prancis
Kita dilahirkan dan ditakdirkan Tuhan di bumi Nusantara. Menyesap air susu ibu pertiwi, meneguk manis madu kesantunan para leluhur, menjejakkan kaki di bumi-bumi yang ditirakati. Yang didoakan sepanjang masa.
Kita orang orang Indonesia, jangankan untuk keadilan, bahkan di tengah keterjajahan kita masih sempat berkesenian. Sesuai dengan akar budaya kita masing-masing. Yang menjadikan kita mampu bertahan di semua iklim dunia apa pun bentuknya, bisa misuhi ketidaktepatan atau bahkan sekadar menjadikan bahan candaan di warung, pematang sawah hingga diskusi resmi kenegaraan.
Tugas kita, menjadikan semua itu energi dan cahaya kebangkitan atas apa pun dan kapan pun. Kita tak perlu menjadi polisi dunia.
Sebab, Tuhan sudah menulis skenarionya untuk dijalani dengan kawaskitan dalam frame cinta Tuhan dan sesama. Sebab, segenap kemuliaan sudah nggetih (mendarah-daging) bagi bangsa Indonesia. (*)
*) Sunartip Fadlan, pengasuh PP Al-Mutawakkil dan wakil ketua PCNU Ponorogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: