Mengenal Intermittent Fasting: Pola Jam Makan dan Manfaatnya untuk Mengusir Lemak Perut
Ilustrasi pengaturan waktu makan dalam metode intermittent fasting yang menekankan keseimbangan antara periode makan dan puasa.--Freepik
HARIAN DISWAY - Intermittent Fasting menjadi tren setelah banyak orang berkomentar tentang manfaatnya. Pola makan dengan mengatur jadwal antara waktu makan dan periode puasa itu kemudian diikuti lebih banyak orang. Selain untuk mendapatkan manfaat kesehatannya, juga untuk manfaat estetikanya.
Metode tersebut membantu menurunkan berat badan serta menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah. Berbeda dengan diet pada umumnya yang menekankan pembatasan jenis atau porsi makanan, intermittent fasting berfokus pada timing.
Pola ini lebih praktis untuk diterapkan karena tetap memungkinkan seseorang menikmati makanan favorit tanpa harus terlalu ketat menghitung kalori.
Meski terlihat sederhana, intermittent fasting bukan hanya soal menunda waktu makan. Pola ini mendorong tubuh menggunakan cadangan energi lebih optimal, sekaligus memberikan waktu istirahat bagi sistem pencernaan.
BACA JUGA:Rahasia Diet Sukses: Ganti Gorengan dengan Keripik Ubi Oven Baked
BACA JUGA:Rekomendasi Masakan Low Carbon Footprint, Diet Sehat di Hari Bumi 2026
Namun, penting dipahami bahwa respons tubuh masing-masing orang bisa berbeda saat menjalani metode ini. Tidak semuanya bisa mengadopsi sistem diet intermittent fasting.
Oleh karena itu, penting untuk memahami lebih dulu jenis-jenis intermittent fasting, potensi efek sampingnya, serta cara menjalankannya dengan aman agar hasilnya tetap maksimal dan tidak mengganggu kesehatan.
Manfaat Intermittent Fasting untuk Kesehatan

AIR PUTIH menjadi asupan esensial dalam diet intermittent fasting.--Freepik
Selain mudah diterapkan dan fleksibel, intermittent fasting juga menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan jika dijalani dengan cara yang tepat. Berikut beberapa keuntungan yang bisa diperoleh:
1. Membantu Menurunkan Berat Badan
Pembatasan waktu makan secara otomatis mengurangi asupan kalori harian. Selain itu, tubuh akan memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi, sehingga mendukung proses penurunan berat badan.
BACA JUGA:Diet Zero Sugar Jadi Gaya Hidup Selebriti, Benarkah Sehat?
BACA JUGA:Mengenal Diet Naturopati: Gerakan untuk Kembali ke Pola Makan Alami
2. Menstabilkan Gula Sarah
Metode ini dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin, terutama bagi mereka yang berisiko diabetes tipe 2.
Namun, bagi penderita diabetes, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan sebelum mencobanya.
3. Menjaga Kesehatan Jantung
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: alodokter