Mengenal Intermittent Fasting: Pola Jam Makan dan Manfaatnya untuk Mengusir Lemak Perut

Mengenal Intermittent Fasting: Pola Jam Makan dan Manfaatnya untuk Mengusir Lemak Perut

Ilustrasi pengaturan waktu makan dalam metode intermittent fasting yang menekankan keseimbangan antara periode makan dan puasa.--Freepik

Metode ini dilakukan dengan pola selang-seling antara hari puasa dan hari makan normal. Pada hari puasa, konsumsi makanan dibatasi atau bahkan tidak makan sama sekali, sedangkan keesokan harinya makan seperti biasa.

Cara Memulai Intermittent Fasting

Bagi pemula, penting untuk memulai secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

BACA JUGA:Panduan Diet Defisit Kalori yang Aman dan Efektif untuk Usia 40-an

BACA JUGA:Shirataki Rice Bisa Digunakan untuk Diet, Asalkan Harus Seimbang!

1. Awali dengan durasi ringan, seperti pola 12 jam puasa dan 12 jam makan
2. Sesuaikan jadwal makan dengan aktivitas harian
3. Perbanyak minum air putih saat puasa
4. Hindari aktivitas fisik berat selama masa puasa

Selain itu, konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan. Terutama bagi ibu hamil, menyusui, penderita penyakit tertentu, atau usia di bawah 18 tahun.

Efek Samping yang Perlu Diperhatikan


RASA LAPAR yang intens merupakan salah satu dampak yang muncul pada awal intermittent fasting.-Ron Lach-Pexels

Pada awal penerapan, beberapa efek samping mungkin muncul, seperti:

1. Rasa lapar yang lebih intens
2. Tubuh terasa lemas, pusing, atau sulit fokus
3. Gangguan tidur
4. Masalah pencernaan
5. Perubahan suasana hati
6. Penurunan gula darah (hipoglikemia)
7. Siklus menstruasi yang tidak teratur

BACA JUGA:Volume Eating, Metode Diet Dengan Makan Banyak yang Efektif Turunkan Berat Badan

BACA JUGA:Diet Rendah Natrium, Cara Efektif Turunkan Hipertensi dan Jaga Kesehatan Tubuh

Umumnya, efek tersebut bersifat sementara dan akan membaik seiring adaptasi tubuh. Namun, jika keluhan terasa berat atau berlangsung lama, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar tetap aman saat menerapkan intermittent fasting(*)

*) Mahasiwa Magang Prodi Akidah dan Filsafat Islam UINSA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: alodokter