Mengenal Intermittent Fasting: Pola Jam Makan dan Manfaatnya untuk Mengusir Lemak Perut
Ilustrasi pengaturan waktu makan dalam metode intermittent fasting yang menekankan keseimbangan antara periode makan dan puasa.--Freepik
Sejumlah studi menunjukkan bahwa intermittent fasting berpotensi menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta tekanan darah. Hal ini berdampak baik bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
4. Mendukung Detoksifikasi Alami
Saat berpuasa, tubuh lebih optimal dalam melakukan perbaikan sel dan membuang zat sisa metabolisme. Proses ini membantu tubuh melakukan pembersihan secara alami.
BACA JUGA:6 Tip Diet Efektif untuk Turunkan Berat Badan secara Sehat
BACA JUGA:5 Minuman Sehat Sebelum Tidur yang Mendukung Program Diet Anda
Meski demikian, hasil yang dirasakan setiap orang bisa berbeda. Penting untuk tetap menyesuaikan pola makan dengan kebutuhan tubuh dan menjaga asupan nutrisi seimbang.
Jenis-Jenis Intermittent Fasting

BERAT BADAN sering dijadikan patokan sukses atau gagalnya diet. Namun, proses menuju berat badan ideal harus tetap aman dan sehat.-Gustavo Fring-Pexels
Intermittent Fasting memiliki beberapa pola yang bisa dipilih sesuai gaya hidup masing-masing. Tidak ada metode yang wajib diikuti, sehingga Anda dapat menyesuaikannya dengan kenyamanan tubuh.
1. Metode 16/8
Metode ini mengharuskan puasa selama 16 jam dan makan dalam jangka waktu 8 jam. Contohnya, makan antara pukul 12.00–20.00, lalu berpuasa hingga hari berikutnya.
Saat puasa, Anda tetap boleh minum air putih atau minuman tanpa gula.
BACA JUGA:Manfaat Yogurt untuk Diet Sehat dan Tubuh Ideal
BACA JUGA:Fakta tentang Diet Tren: Intermittent Fasting hingga Keto, Apakah Efektif dan Aman
2. Metode 5:2
Dalam metode ini, Anda bisa makan normal selama lima hari dalam seminggu. Sementara dua hari lainnya, asupan kalori dibatasi sekitar 500–600 kalori per hari.
3. Metode Eat-Stop-Eat
Pola ini mengharuskan puasa penuh selama 24 jam, biasanya dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu. Selama periode tersebut, hanya minuman tanpa kalori yang diperbolehkan.
4. Alternate-Day Fasting
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: alodokter