Politik Finansialisasi

Politik Finansialisasi

ILUSTRASI Politik Finansialisasi.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

SECARA GAMPANGAN, politik finansialisasi adalah kondisi ketika logika sektor keuangan menjadi makin dominan dalam proses pengambilan keputusan politik dan kebijakan negara. Sektor keuangan yang dimaksud meliputi pasar modal, utang, rating, investasi portofolio, sovereign wealth fund, private equity, dan algoritma finansial.

Dalam konteks negara sekarang, politik finansialisasi bukanlah sekadar ekonomi keuangan. Tetapi, transformasi struktur kekuasaan negara, yang persepsi investor memengaruhi kebijakan publik. 

Kebijakan fiskal dan moneter makin diarahkan untuk menjaga kepercayaan pasar. Negara pun kian bergantung pada instrumen pembiayaan finansial untuk pembangunan. Dan, aktor non-negara seperti lembaga keuangan global, hedge fund, rating agency, dan platform digital memiliki pengaruh politik relatif besar. 

Politik finansialisasi muncul dari pergeseran kapitalisme industri menuju kapitalisme finansial. Jika era industri berpusat pada produksi barang dan jasa, era finansial sekarang lebih banyak digerakkan oleh arus modal, spekulasi aset, data finansial, utang, monetisasi masa depan, dan valuasi pasar. 

BACA JUGA:Kabinet Politik

BACA JUGA:Literasi Politik sebagai Lokomotif Demokrasi

Berhal begitu, kekuatan politik sekarang makin terkait dengan kemampuan mengelola persepsi pasar, risiko finansial, akses likuiditas, dan kepercayaan investor global.

Belakangan ini fenomena politik finansialisasi makin mengedepan. Sebab, liberalisasi keuangan global membuat modal dapat bergerak lintas negara dalam hitungan detik. 

Akibatnya, negara harus berlomba menarik investasi, menjaga rating kredit, menjaga stabilitas mata uang, dan menghindari capital flight. Sebab itu, mendorong kebijakan negara makin sensitif terhadap pasar finansial global. 

Di samping itu, negara sekarang menghadapi kondisi transisi energi, transformasi digital, aging population, tuntutan welfare state, dan kebutuhan biaya infrastruktur. 

BACA JUGA:Perang, Pasar, dan Politik Informasi Publik

BACA JUGA:Ujung Tapal Batas Politik Bebas Aktif

Karena penerimaan pajak tidak mencukupi, otomatis negara makin mengandalkan obligasi, sovereign fund, pasar modal, public-private partnership, dan sumber pembiayaan finansial global. 

Hal lain yang membuat politisasi finansial sekarang mengedepan adalah dominasi teknologi finansial dan data. Kemajuan AI, fintech, digital banking, high-frequency trading, dan crypto ecosystem telah membuat sektor finansial kian berpengaruh terhadap politik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: