Komunikasi Simbiotik dan Kedaulatan Buruh di Era Digital

Komunikasi Simbiotik dan Kedaulatan Buruh di Era Digital

ILUSTRASI Komunikasi Simbiotik dan Kedaulatan Buruh di Era Digital.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

Keberpihakan yang disampaikan dengan nada ”tak akan gentar membela rakyat” itu akan menjadi catatan sejarah jika benar-benar terealisasi. Namun, janji populis tanpa kalkulasi yang presisi sering kali berujung pada kekecewaan sistemik.

Publik akan melihat indikator kejujuran janji itu dalam enam bulan ke depan melalui parameter utama: postur APBN 2026. Apakah akan ada alokasi anggaran yang signifikan untuk jaminan sosial pekerja sektor informal digital? 

Dan, apakah janji keenam mengenai pemberantasan korupsi benar-benar dilakukan secara radikal untuk menutup kebocoran anggaran? Tanpa uang yang cukup dari hasil pemberantasan korupsi, janji kesejahteraan hanyalah deretan angka di atas kertas.

Komunikasi simbiotik yang ditunjukkan presiden di Monas telah menaikkan ekspektasi publik ke level tertinggi. Ketika seorang pemimpin menyatakan ”tak akan gentar”, ia sedang mempertaruhkan kredibilitas kepemimpinannya di hadapan sejarah. 

Generasi pekerja saat ini, terutama generasi Z yang merupakan digital natives, tidak hanya membutuhkan pidato yang menggetarkan. Mereka menanti kepastian bahwa tidak akan ada eksploitasi oleh sistem yang mereka gunakan setiap hari.

May Day 2026 harus menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk membuktikan bahwa delapan janjinya bukan hanya untuk mereka yang bekerja di pabrik dengan mesin, tapi juga untuk mereka yang menggerakkan nadi ekonomi lewat jemari di layar digital. 

Menjadikan pekerja Indonesia bermartabat di tengah gempuran teknologi bukan lagi pilihan kebijakan, melainkan keharusan sejarah. Kita tunggu, apakah realisasi itu akan muncul dalam bentuk regulasi yang bijak seperti di Eropa dan postur APBN yang berpihak atau kembali menguap bersama debu-debu di Monas. (*)

*) Yayan Sakti Suryandaru, dosen di Departemen Komunikasi, FISIP, Universitas Airlangga, Surabaya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: