Waspada 5 Pembunuh Senyap pada Kucing, Deteksi Dini Selamatkan Anabul

Waspada 5 Pembunuh Senyap pada Kucing, Deteksi Dini Selamatkan Anabul

PEMILIK KUCING perlu mewaspadai lima penyakit utama yang dikenal sebagai pembunuh senyap.-Georgia Krstic-Pinterest

HARIAN DISWAY - Banyak penyakit serius pada kucing baru terdeteksi ketika kondisinya sudah cukup parah.

Maka, wajib menjaga lingkungan yang aman, memberikan makanan berkualitas tinggi berbasis protein hewani, dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.

Pemilik juga wajib memberi kasih sayang dan aktivitas fisik yang cukup. Demi menjaga kesehatan kucing dalam jangka panjang.

Namun selain perawatan dasar tersebut, pemilik juga perlu mewaspadai 5 penyakit utama. Yang kerap mengancam nyawa kucing secara diam-diam.

BACA JUGA:Mengatasi Kucing yang Susah Makan dan Rontok Bulu Saat Pancaroba

BACA JUGA:Sehari Jadi Dokter Hewan Cilik di Bionas Lab, Anak-Anak Diajak Tak Biarkan Kucing Makan Tikus

1. Penyakit Ginjal Kronis

Penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) menjadi salah satu penyebab kematian paling umum pada kucing. Terutama yang berusia lanjut.


PEMBUNUH SENYAP pada kucing kerap berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.-wirestock-Freepik

Kondisi itu terjadi ketika sebagian besar fungsi ginjal telah menurun. Sehingga organ tersebut tidak mampu bekerja secara optimal.

Gejala yang sering muncul antara lain: meningkatnya konsumsi air minum, frekuensi buang air kecil yang lebih sering, penurunan berat badan, bau mulut tidak sedap, tubuh lemas, hingga kecenderungan bersembunyi.

Meski terdengar mengkhawatirkan, kucing dengan CKD masih dapat hidup bertahun-tahun. Terlebih jika mendapatkan penanganan yang tepat.

BACA JUGA:Kandang Kucing dari Baja Ringan jadi Primadona Baru

BACA JUGA:Sterilisasi Bisa Tekan Risiko Pyometra, Infeksi Kandungan yang Menyerang Anjing dan Kucing Lansia

Perawatan biasanya meliputi pengaturan pola makan khusus, pemantauan darah secara berkala, peningkatan asupan cairan, serta pemberian obat-obatan sesuai rekomendasi dokter hewan.

2. Hipertiroidisme

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: pet health