Friendship Cleanse, Tren Menyaring Pertemanan Demi Kesehatan Mental
Toxic Relationship juga dapat merusak kesehatan-Ilustrasi -
Kemudian muncul perasaan bersalah tanpa alasan jelas. Atau tekanan yang berulang. Maka, hubungan tersebut layak ditinjau kembali.

Toxic relationship tidak disadari oleh salah satu atau keduabelah pihak dan menganggap keadaan tersebut wajar. --Pexels
BACA JUGA:5 Tanda-Tanda Toxic Relationship
BACA JUGA:5 Tanda Bahwa Anda Adalah Orang yang Toxic
Namun proses penyaringan itu tidak harus dilakukan secara dramatis. Dalam banyak situasi, seseorang cukup mengurangi intensitas komunikasi. Atau menetapkan batasan (boundaries) yang lebih jelas.
Mengubah hubungan dari teman dekat menjadi sekadar kenalan merupakan langkah adaptif yang normal. Itu tidak selalu berarti konflik.
Ketika waktu dan energi tidak lagi terkuras oleh hubungan yang toxic, seseorang akan memiliki ruang emosional yang lebih luas. Mereka dapat membangun koneksi baru yang saling mendukung.
Meski demikian, evaluasi itu tetap perlu dilakukan secara objektif. Tidak semua ketidaknyamanan atau perbedaan pendapat menandakan hubungan yang buruk.
BACA JUGA:5 Tanda Bahwa Anda Adalah Orang yang Toxic
BACA JUGA:5 Tanda Bahwa Anda Toxic pada Diri Sendiri
Konflik kecil dan perbedaan pandangan merupakan bagian alami dari interaksi sosial. Hal yang perlu diwaspadai adalah pola perilaku negatif yang terjadi berulang. Dan mulai berdampak pada kesejahteraan emosional.
Friendship cleanse bukan tindakan egois untuk mempersempit pergaulan secara ekstrem. Itu adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.
Sehingga seseorang dapat memiliki lingkungan sosial yang lebih sehat, positif, dan mendukung pertumbuhan dalam jangka panjang. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Ilmu Komunikasi, Untag Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: