Mesir Tersingkir, Hossam Hassan dan Ziko Semprot Wasit: Ini Sudah Diatur!

Mesir Tersingkir, Hossam Hassan dan Ziko Semprot Wasit: Ini Sudah Diatur!

Geram Mesir kena comeback Argentina 2-3, Hossam Hassan tuding laga 16 besar Piala Dunia 2026 telah diatur demi loloskan sang juara bertahan.--Getty Images

HARIAN DISWAY - Pelatih Mesir, Hossam Hassan, melontarkan kritik keras sejak timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026

Setelah kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar, ia menuding timnya menjadi korban keputusan wasit dan VAR yang dinilai merugikan, bahkan menyebut pertandingan tersebut terasa telah "diatur".

Mesir sebenarnya nyaris menciptakan kejutan besar di Stadion Atlanta. Yasser Ibrahim membuka keunggulan pada menit ke-15 melalui sundulan kepala, sebelum Mostafa Ziko menggandakan skor pada menit ke-67. 

Sebelumnya, Ziko juga sempat mencetak gol yang dianulir VAR karena dianggap terjadi pelanggaran dalam proses serangan.

Namun, keunggulan dua gol itu sirna dalam waktu singkat. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan, Lionel Messi menyamakan skor empat menit kemudian, dan Enzo Fernandez memastikan kemenangan Argentina lewat gol pada masa injury time.

Kekalahan itu semakin menyakitkan bagi Mesir karena mereka menjadi tim Afrika pertama yang sempat unggul dua gol atas juara bertahan di ajang Piala Dunia, tetapi gagal mempertahankan keunggulan hingga laga usai.

BACA JUGA:Rating Pemain Argentina yang Comeback Lawan Mesir, Lionel Messi Penyelamat!

BACA JUGA:Argentina vs Mesir 3-2: Messi Cs Lolos dari Lubang Jarum


Merasa dicurangi wasit usai gagal jaga keunggulan dua gol atas Argentina, pelatih Mesir Hossam Hassan sebut timnya diperlakukan tidak adil.--Getty Images

Hassan mengaku sulit menerima hasil tersebut. Menurutnya, timnya tidak hanya kalah karena kesalahan sendiri, tetapi juga akibat sejumlah keputusan yang dianggap merugikan.

"Saya tidak ingin mengatakan ini hanya soal nasib buruk. Hari ini kami dicurangi dan diperlakukan dengan sangat tidak adil," kata Hassan.

Ia kemudian melontarkan tuduhan yang lebih keras dalam konferensi pers.

"Saya akan mengatakan apa yang ada di pikiran saya apa pun risikonya. Bagi saya, pertandingan ini jelas telah diatur, dan seluruh dunia melihatnya," lanjutnya.

Meski demikian, hingga saat ini tidak ada bukti yang mendukung tuduhan tersebut, dan FIFA belum mengeluarkan pernyataan yang membenarkan klaim Hassan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber