Dokter, Malapraktik, dan Meja Hijau

Dokter, Malapraktik, dan Meja Hijau

ILUSTRASI Dokter, Malapraktik, dan Meja Hijau.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

HARUS DIAKUI, kesadaran masyarakat akan hak-haknya kini makin meningkat. Itu tampak dari keberanian mereka untuk menentang berbagai perlakuan yang dianggap merugikan. Para dokter seharusnya menyadari bahwa kesadaran itu juga akan mengenai pelayanan yang mereka berikan. 

Masyarakat sebagai pasien kini tidak bersedia lagi dianggap tidak tahu, mudah dibodohi, dan bersikap pasrah terhadap segala keputusan dokter.

Maka, tidak pada tempatnya lagi dokter bersikap arogan dan merasa dirinya sebagai profesi yang tidak dapat disentuh hukum dan hanya mengutamakan kepentingan pribadi dalam melayani pasien. 

Merasa sebagai orang yang dibutuhkan sehingga boleh bersikap semaunya dalam memberikan pelayanan, tetapi berlindung di balik dalih bahwa ilmu kedokteran penuh dengan ketidakpastian ketika terjadi kesalahan.

BACA JUGA:Tantangan Besar Pendidikan Dokter

BACA JUGA:Menolong Retaker, Menjaga Mutu Dokter

Atau, tidak bersedia mengakui bahwa kesalahan yang terjadi bisa saja karena kelalaian akibat sikapnya yang merasa sudah paling pintar. Ada banyak kasus semacam itu yang seharusnya memang dapat diajukan ke pengadilan sebagai kasus malapraktik

Saya menjumpai beberapa kasus semacam itu, tetapi ketika mengusulkan untuk diajukan ke pengadilan, pasien enggan dengan dalih dokter itu kenalan baik atau dalih tidak percaya kepada sistem peradilan di Indonesia.

Dalam praktik sehari-hari sering terjadi perbedaan persepsi antara dokter dan pasien mengenai penyakit, kriteria sembuh, dan hasil tindakan dokter. Sering pasien mengharapkan bahwa kalau sembuh, ia akan kembali pulih seperti sebelum sakit. 

Sementara itu, ada penyakit-penyakit yang dapat disembuhkan, tetapi meninggalkan jejak permanen sehingga tidak memungkinkan bentuk atau fungsi tubuh akan kembali seperti sebelum sakit.

BACA JUGA:Perundungan di Pendidikan Dokter Spesialis, Apa Solusinya?

BACA JUGA:Kasus Perundungan dalam Pendidikan Dokter Spesialis: Menempatkan Persoalan secara Proporsional

Banyak faktor yang berperan selain cara pengobatan yang dilakukan dokter. Di sisi lain, harus juga diakui bahwa ada keadaan yang terjadi karena dokter memang benar-benar lalai. 

Membedakan di antara keduanya sering sulit bagi orang awam dan sering hanya sesama dokter yang bisa mengenali apakah telah terjadi kelalaian (malapraktik) atau memang proses penyakit memang demikian akibatnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: