Paradoks Label AI: Ketika Transparansi Tidak Menjamin Kejujuran

Paradoks Label AI: Ketika Transparansi Tidak Menjamin Kejujuran

Ilustrasi ChatGPT--

sendiri-sendiri, bukan satu paket yang otomatis terpenuhi bersamaan. 

Sebagai kreator konten kuliner yang membangun kepercayaan penonton lewat verifikasi harga 

dan pengalaman mencicipi langsung selama bertahun-tahun, saya melihat kepercayaan itu 

sesungguhnya dibangun dari konsistensi antara apa yang disampaikan dan apa yang 

sungguh-sungguh terjadi, bukan dari kepatuhan administratif semata.  

Label AI adalah langkah yang perlu, sebagaimana sudah saya dukung dalam tulisan sebelumnya 

soal Permendag 19/2026. Namun ia hanya menjawab separuh persoalan. Selama separuh lainnya, 

soal kejujuran substansi klaim dibiarkan tidak tersentuh, paradoks ini akan terus berulang: 

konten yang secara hukum patuh, namun secara nurani tetap menipu. (*)

 

*) Peneliti Independen CDMCS (Center for Digital Media and Cultural Studies), Ketua Harian Asosiasi Kreator Konten Seluruh Indonesia (AKKSI) Jawa Timur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: