Memahami Peran Keluarga dalam Bisnis lewat Deep Talk: Pasangan adalah Support System Terbaik
DAHLAN ISKAN (kiri) menjadi pembicara dalam sesi Business Talk yang dihadirkan Panglima Ekspres dalam gelara Deep Talk pada Minggu, 23 Agustus 2026.-Ilmi Bening-Harian Disway
Kendati demikian, ia sering merasa bersalah dan berdosa kepada sang istri. Sebab, tidak jarang dirinya harus mengurus banyak hal penting di perusahaan sehingga merasa kurang perhatian kepada kedua anaknya. Bahkan, soal urusan mendaftar sekolah pun, Napsiah yang mengurus semuanya.
"Saya mengatakan ini di mana-mana, seandainya istri saya bukan Napsiah, mungkin saya juga tidak bisa menjadi seperti sekarang," ungkapnya. Dahlan mengakui bahwa hanya sang istri yang mampu menerima segala kondisinya, tidak peduli miskin atau kaya.
Ia lalu membagikan kisah tentang kehidupan sepasang pebisnis Tionghoa yang dikenalnya. Pasangan suami istri sukses itu selalu menjalankan peran yang saling melengkapi. Saking kompaknya, mantan direktur utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu sampai sempat kebingungan untuk menentukan, siapa yang lebih penting di perusahaan.
BACA JUGA:Disway Explore Business Jawa Timur: Dahlan Iskan Bawa Pengusaha Jajaki Peluang di Mojokerto
BACA JUGA:Investasi Mengalir ke Jateng: Dahlan Iskan Boyong 49 Pengusaha Lirik Kawasan Industri Baru

ANDRE VIRGANTARA PUTRA (tengah) membagikan strateginya dalam membagi waktu untuk bisnis dan keluarga. Deep Talk berlangsung di Dyandra Convention Center pada Minggu, 23 Agustus 2026.-Ilmi Bening-Harian Disway
Di depan umum, sang istri bisa saja memuji suaminya di depan para rekan tentang sebuah ide. Padahal, sebenarnya yang punya prakarsa adalah si istri. Namun, keduanya sama-sama bisa menyimpan cerita itu berdua. Istilah gaulnya Yang Tahu-Tahu Aja (YTTA).
Mendengar kisah tersebut, Andre menambahkan bahwa keluarga memang memegang peranan penting dalam mendukung bisnis. Sebab, sebagai keluarga, mreka akan selamanya terikat dalam berbagai fase kehidupan.
Selain anak, sosok istri juga sangat penting dalam karier suami. "Jangan sampai mengeluhkan masalah-masalah bisnis atau yang lainnya kepada orang yang tidak tepat," pesan Andre.
Walaupun bisa jadi pasangan tidak begitu paham dengan realita di lapangan, pasangan tetaplah menjadi tempat pulang terbaik yang bisa melengkapi kekurangan.
BACA JUGA:Support System, Pentingnya Punya Orang yang Bisa Diandalkan
BACA JUGA:Parents Gathering UC Family Business Angkatan 14 Mengangkat Tema Bisnis yang Dimulai Dari Keluarga
Meski demikian, yang terjadi pada pasangan pebisnis Tionghoa itu masih jarang ditemui di Indonesia. Atau, di banyak negara lainnya. Yang lazim terjadi dalam keluarga pebisnis adalah hanya sang suami atau sang istri saja yang menonjol.
Selain masalah berbagi peran dalam keluarga, pebisnis juga dihadapkan pada banyak tantangan. Kadang, menghadapi tantangan atau mencari solusi menjadi sangat sulit. Maka, ketika usaha sudah maksimal dan masalah tak kunjung teratasi, pebisnis menjadi frustasi.
Padahal, sebenarnya ada hal lain yang bisa dilakukan. Menurut Andre, pebisnis juga perlu bertawakal. "Kalau sudah berada di titik tidak tahu harus apa, kuncinya adalah sabar, salat, dan doa. Cuma itu yang diminta Allah," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: