Cara Menghargai Hal yang Sudah Dimiliki, Belajar dari Marcus Aurelius
Ilustrasi para pemikir Yunani. Pada masa silam, kawasan itu kerap melahirkan filsuf besar. Salah satunya Marcus Aurelius dengan filsafat stoik.--magnific
HARIAN DISWAY - Banyak orang menghabiskan waktu dengan memperhatikan apa yang belum dimiliki. Mulai dari kenaikan gaji yang tak kunjung datang. Hingga kehidupan yang terasa lebih baik di tempat lain.
Jika begitu, ada baiknya merenungkan sejenak ajaran Marcus Aurelius. Anda sudah tahu, ia merupakan filsuf Stoik.
Aurelius menawarkan cara sederhana untuk mengubah sudut pandang. Yakni mengalihkan perhatian dari kekurangan menuju hal-hal yang telah dimiliki. Lalu membayangkannya sebagai sesuatu yang belum pernah diperoleh.
Gagasan tersebut tercermin dalam salah satu catatan Aurelius. Ia mengajak manusia untuk tidak terlalu memikirkan apa yang tidak dimiliki.
BACA JUGA:Wong Liyo Ngerti Opo: Filosofi Stoikisme ala Daniel Spid yang Mengguncang TikTok
BACA JUGA:Apa Itu Stoikisme? Mari Pahami dari Buku Filosofi Teras Karya Henry Manampiring

Meditasi, merenung, mensyukuri hal-hal yang telah dicapai. Hingga tidak lagi tergoda dengan keinginan-keinginan besar. -Freepik-
Sebaliknya, manusia diminta memperhatikan apa yang telah dimiliki. Lantas membayangkan betapa besar keinginan untuk mendapatkannya apabila hal tersebut belum menjadi miliknya.
Kalimat itu terdapat dalam buku ketujuh Meditations, catatan pribadi yang ditulis Aurelius ketika memimpin Kekaisaran Romawi. Pada awalnya catatan itu tidak dimaksudkan untuk diterbitkan.
Sebab, catatan tersebut lebih menyerupai seseorang yang terus mengingatkan dirinya sendiri. Selalu mendorong diri agar memiliki cara pandang yang lebih tenang dan mantap.
Namun, ajaran itu tak bermaksud meminta seseorang membuat daftar panjang mengenai seluruh harta atau pencapaiannya.
BACA JUGA:Filosofi Teras Jadi Revolusi Pemikiran Anak Muda Melalui Gagasan Stoik
BACA JUGA:Menghilangkan Overthinking dengan Stoikisme
Aurelius mengajak manusia memilih beberapa hal yang benar-benar penting. Kemudian menyadari betapa besar arti hal-hal tersebut apabila suatu saat tidak lagi dimiliki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: space daily