Krisis Gaji Liga Indonesia, APPI Ungkap Tunggakan Tembus Rp14 Miliar!
Tim Legal APPI Muhammad Agus Riza Hufaida berharap liga tegas terhadap klub yang menunggak gaji pemain-PSSI Pers-
HARIAN DISWAY – Sepak bola Indonesia ingin naik kelas. Tetapi hal mendasar tentang gaji masih menjadi persoalan yang terus dibahas. Tunggakan gaji pemain terjadi hingga musim 2025/2026 mencapai total Rp14 miliar.
Dalam diskusi Water Break PSSI Pers pada Senin, 31 Agustus 2026 di Jakarta, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menyoroti masih terjadinya kasus tunggakan gaji pemain di kompetisi tanah air.
Tim Legal APPI Muhammad Agus Riza Hufaida mengatakan persoalan gaji seharusnya tidak lagi menjadi masalah di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Tetapi masalah tersebut masih terjadi di musim 2025/2026.
“Kalau mikir liga naik kelas itu permasalahan gaji masih terjadi di Liga 1. Ini yang kami sayangkan. Ketika membawa liga naik kelas tapi masalah dasar itu masih jadi masalah. Harusnya ini sudah kita tinggalkan sejak lama,” ucap Agus.
BACA JUGA:Persebaya Pionir Klub Modern Indonesia, Komentatot Rendra Soedjono Puji Manajemen Finansial
BACA JUGA:Pelatih Persebaya Bernardo Tavares Ungkap Target Rahasia Pemusatan Latihan di Thailand
Dari penuturan Agus dalam diskusi bertema “Membawa Liga Naik Kelas” itu, APPI mencatat persoalan gaji masih menjadi pekerjaan rumah besar sepak bola Indonesia. Terdapat 28 klub dengan 303 pemain yang masuk dalam penanganan kasus.
Total nilai hak pemain yang bermasalah tersebut mencapai sekitar Rp14 miliar. Mulai dari laporan yang diterima APPI hingga kasus yang telah sampai pada putusan National Dispute Resolution Chamber (NDRC).
“Semoga bisa ada rumusan soal mitigasi tentang pemain. Kami berharap masalah gaji itu sudah bisa kita tinggalkan dan tidak terjadi lagi di musim depan terkait liga naik kelas,” lanjut Agus.
Agus memahami penyelesaian seluruh kasus tersebut tidak dapat dilakukan secara instan. Namun, ia menilai hak pemain semestinya tidak dibiarkan berlarut-larut.
"Kami tahu ini tidak bisa selesai langsung. Tapi kami berharap keringat pemain sudah kering sejak lama dan mestinya keringat sebelum kering persoalan sudah diselesaikan," ujarnya.
APPI juga meminta agar persoalan hak pemain menjadi salah satu pertimbangan sebelum klub-klub tersebut kembali mengikuti kompetisi.
BACA JUGA:Bonek Terjun Langsung Bantu Korban Gempa NTT, Aksi Kemanusiaan dari BDRT 27!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: