Puluhan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan Menu MBG
Suasanan evakuasi korban keracunan di Ponpes Manbaul Hikam, Sidoarjo, Selasa, 1 September 2026-Eko Setyawan-Harian Disway
SIDOARJO, HARIAN DISWAY - Puluhan santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, yang berlokasi di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten SIDOARJO, diduga menjadi korban keracunan makanan massal, pada Selasa, 1 September 2026.
Insiden itu diduga berawal dari konsumsi menu Makanan Bergizi Nasional (MBG) yang mereka santap bersama.
Berdasarkan informasi yang terhimpun di lapangan, gejala keracunan mulanya dialami oleh belasan santri yang merasakan mual dan pusing pada siang hari.
Namun, kondisi kesehatan para santri semakin memburuk dan menyebar secara cepat menjelang sore hari. Puluhan santri lainnya mulai menunjukkan gejala serupa, hingga tubuhnya lemas.
"Tubuhnya ada yang sudah lemas," ujar salah satu keluarga santri yang kebetulan berada di lokasi ponpes, Selasa malam.
BACA JUGA:Menkes Siapkan 'Rekening Kesehatan' Pribadi, Rekam Medis Warga Terintegrasi dalam Satu Akun
BACA JUGA:Penipuan Digital di Indonesia Tinggi, Jumlah SDM Digital Forensik Kurang dan Diperparah dengan AI
Menyikapi kondisi darurat tersebut, puluhan mobil ambulan dari berbagai instansi dan rumah sakit terdekat langsung diterjunkan ke area ponpes untuk melakukan evakuasi korban.
Respons cepat dan kepedulian sosial juga turut ditunjukkan warga sekitar. Mereka bahu-membahu membantu proses evakuasi, membuka jalan, hingga merelakan halaman rumah pribadi mereka untuk dijadikan area parkir darurat, untuk kendaraan wali murid yang ingin menjenguk.
BACA JUGA:Mabuk, Nyetir, Nabrak, Menyesal: Siklus Dunia Malam Surabaya
BACA JUGA:Indonesia Mengalami Inflasi Tahunan 3,19 Persen di Akhir Agustus 2026
Kabar insiden itu pun menyedot perhatian warga dari luar Desa Putat. Mereka berbondong-bondong keluar rumah dan berkumpul di sepanjang rute evakuasi.
Terlihat, tidak sedikit warga yang secara sukarela membantu mengatur lalu lintas dan menjaga pintu-pintu gang desa untuk memastikan akses jalan bagi mobil ambulan tetap lancar tanpa hambatan.
Hingga berita ini dimuat, proses evakuasi masih terus berlangsung dengan intensif. Aparat keamanan dari TNI dan Polri telah tiba di lokasi untuk mengamankan area, mengatur lalu lintas, dan mengawal kelancaran proses evakuasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: