FPK Unair Perkuat Kolaborasi Global melalui INCOFIMS dan INCOBIFS 2026
ROKHMIN DAHURI menjadi salah seorang keynote speaker dalam seminar internasional INCOFIMS dan INCOBIFS 2026.-Muhammad Fahmi Bayhaqi Abdullah untuk Harian Disway-
FAKULTAS Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair) kembali memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi internasional melalui pembukaan The 9th International Conference on Fisheries and Marine Science (INCOFIMS) dan The 7th International Conference on Biotechnology and Food Sciences (INCOBIFS).
Mengangkat tema Collaborative penta-helix (ABGSM) in sustaining marine and fisheries for good health and well-being, kegiatan tersebut mempertemukan 206 peserta yang terdiri atas invited speakers, mahasiswa, serta mitra dari berbagai instansi dan industri, baik dari dalam maupun luar negeri.
Kolaborasi dalam konferensi itu turut melibatkan peserta dan mitra dari Malaysia, Australia, Thailand, dan Taiwan serta unsur industri. Kehadiran berbagai latar belakang tersebut menjadi bagian dari upaya FPK Unair menghadirkan ruang pertukaran pengetahuan dan gagasan mengenai masa depan pembangunan perikanan dan kelautan yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair Prof Endang Dewi Masithah menekankan pentingnya output nyata yang dihasilkan dari forum ilmiah tersebut.
Menurut dia, seminar tidak hanya menjadi ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga harus mampu mendorong lahirnya riset yang memberikan kontribusi lebih luas bagi perkembangan perikanan dan kelautan.
”Seminar internasional ini tidak boleh berhenti sekadar menjadi ruang presentasi hasil penelitian. Output yang dihasilkan harus mampu mendorong lahirnya riset-riset berdampak yang memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan perikanan dan kelautan, sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim serta ketahanan pangan global,” tegas Endang.
Dia menambahkan bahwa kolaborasi lintas disiplin antara ilmu kelautan, bioteknologi, dan teknologi pangan menjadi kunci utama untuk memecahkan isu strategis global.
Langkah itu sejalan dengan komitmen FPK Unair dalam mendukung UN Sustainable Development Goals (SDGs) –khususnya pada poin penanganan perubahan iklim, ekosistem lautan, dan kemitraan global– melalui inovasi riset akuakultur berkelanjutan serta bioteknologi bahari.
Membaca Tantangan Global melalui Pentaheliks

WAKIL REKTOR Unair Prof Ardianto memberikan sambutan dalam kegiatan INCOFIMS 9th dan INCOBIFS 7th. -Muhammad Fahmi Bayhaqi Abdullah untuk Harian Disway-
INCOFIMS 9th dan INCOBIFS 7th kemudian secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Unair Prof Ardianto. Dalam sambutannya, Ardianto menyampaikan bahwa forum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk membaca berbagai tantangan global yang dihadapi dalam ranah perikanan dan kelautan.
Menurutnya, kompleksitas tantangan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, pendekatan pentaheliks yang dihadirkan dalam konferensi menjadi bagian penting dalam membangun semangat bersama untuk menghadapi perubahan.
”Seminar ini diharapkan mampu membaca tantangan global dalam ranah perikanan. Lewat pentaheliks yang dibawakan dalam seminar ini ditujukan untuk mengemban semangat bersama dalam perubahan melalui kolaborasi global,” tegas Ardianto
Kolaborasi global menjadi penting karena perkembangan perikanan dan kelautan tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan untuk mempertemukan perspektif akademisi, pemerintah, industri, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: