5 Bahaya Kencing Tikus bagi Kesehatan Keluarga, Waspada Leptospirosis!
5 Bahaya Kencing Tikus bagi Kesehatan Keluarga, Waspadai Leptospirosis!-Ralph-Pexels
BACA JUGA:Buru Tikus, Warga Washington ’’Pekerjakan” Anjing dan Kucing
BACA JUGA:Sterilisasi Bisa Tekan Risiko Pyometra, Infeksi Kandungan yang Menyerang Anjing dan Kucing Lansia
Anak-anak dan lansia dalam keluarga menjadi kelompok rentan. Perlu diwaspadai dengan lebih ketat agar tidak terpapar.
5. Gangguan Pernapasan hingga Risiko Kematian
Leptospirosis tingkat lanjut juga bisa memicu perdarahan pada paru-paru. Itu berujung pada gangguan pernapasan serius.
Kombinasi kegagalan beberapa organ sekaligus itulah yang membuat leptospirosis berpotensi fatal. Terlebih bila terlambat ditangani.
Secara global, terdapat persentase tingkat risiko kematian akibat leptospirosis. Yakni diperkirakan mencapai sekitar 7,5 persen.
BACA JUGA:Kenali Penyakit Antraks yang Menyerang Warga Gunungkidul. Bakterinya Awet Sampai 40 Tahun
Angka itu meliputi total kasus yang terjadi setiap tahun. Menegaskan pentingnya deteksi dan penanganan sedini mungkin.
Cara Mencegah Penularan di Rumah
Penularan leptospirosis sebenarnya bisa dicegah. Yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah secara rutin.
Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan keluarga di rumah.

Salah satu yang harus diwaspadai adalah bahaya kencing tikus saat musim hujan yang dapat bikin nyawa melayang.-freepik-
- Hindari kontak langsung dengan genangan air atau tanah yang dicurigai tercemar urin tikus
- Gunakan sarung tangan karet saat membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang tikus
- Tutup celah dan lubang di rumah agar tikus tidak leluasa masuk dan bersarang
- Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat agar tidak menarik perhatian tikus
- Segera cuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di area yang berisiko terpapar
- Bersihkan luka terbuka dan tutup dengan perban tahan air sebelum kontak dengan air atau tanah.
BACA JUGA:Hati-Hati, Bakteri Super Bisa Melawan Antibiotik
Keluarga perlu waspada bila muncul demam tinggi disertai nyeri otot, sakit kepala hebat, atau mata yang tampak kekuningan. Terlebih setelah beraktivitas di area lembap atau banjir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber