5 Tanda Paru-Paru Mulai Terdampak Polusi Udara, Jangan Diabaikan!
5 Tanda Paru-Paru Mulai Terdampak Polusi Udara, Jangan Diabaikan-Liza Summer-Pexels
HARIAN DISWAY - Kualitas udara memburuk di banyak kota besar. Membuat paru-paru bekerja lebih keras dari biasanya.
Organ pernapasan itu berfungsi menyaring udara yang dihirup. Namun, paparan polusi yang terus-menerus lambat laun dapat mengganggu fungsinya.
Gangguan pernapasan akibat asap dan polusi udara umumnya berkembang secara bertahap. Maka, penting untuk mengenali tanda-tanda awalnya. Sebelum paru-paru mengalami kerusakan serius.
Gejala itu bisa muncul pada siapa saja. Terutama yang tinggal di kawasan padat kendaraan atau dekat kawasan industri.
BACA JUGA: Cara Alami Kurangi Gejala Asma Tanpa Ketergantungan Obat atau Inhaler
BACA JUGA:9 Aktivitas Yang Bisa Bantu Kurangi Polusi Udara
Partikel polusi seperti PM2.5 dan nitrogen dioksida berukuran sangat kecil. Sehingga mampu menembus jauh ke dalam sistem pernapasan. Semakin lama paparan berlangsung, semakin besar pula risiko gangguan pada paru-paru.
Paparan partikel polusi telah dikaitkan dengan sejumlah dampak buruk pada kesehatan pernapasan. Termasuk gejala seperti batuk berdahak dan mengi, peradangan saluran napas, hingga penurunan fungsi paru-paru secara bertahap pada orang dewasa. Berikut tanda-tanda yang perlu dikenali sejak dini.

Pemandangan kota urban yang dipenuhi kabut dan asap.-Anton Ivanov-Pexels
1. Batuk yang Tidak Kunjung Reda
Batuk kering maupun berdahak. Berlangsung lama tanpa disertai gejala infeksi seperti demam. Itu bisa menjadi sinyal awal.
Bahwa saluran napas sedang terganggu oleh udara kotor. Batuk semacam itu biasanya muncul dan menghilang. Mengikuti tingkat polusi di lingkungan sekitar.
BACA JUGA:Jangan Kaget, Ini 4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Rumah Saat Kualitas Udara Buruk
BACA JUGA:10 Tanaman Indoor Penyaring Udara, Bikin Rumah Lebih Sehat dan Segar
Jika batuk terus berulang meski sudah berpindah dari lingkungan berpolusi, sebaiknya jangan dianggap sepele.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber