Merawat Warisan Airlangga Pribadi

Merawat Warisan Airlangga Pribadi

ILUSTRASI Merawat Warisan Airlangga Pribadi.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

KAMI, para dosen FISIP Universitas Airlangga, sama sekali tidak menduga. Kabar itu datang mendadak pada Rabu, 9 September 2026. Pukul 13.35 WIB, Airlangga Pribadi Kusman, dosen sekaligus ketua Program Studi S-2 Ilmu Politik, FISIP, Unair, dikabarkan Prof Henri Subiakto di WAG dosen FISIP, meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, karena serangan darah tinggi. Tekanan darahnya 240. 

Tidak ada satu pun dari kami yang menduga. Sebab, minggu lalu kami baru saja bertemu di FISIP ketika ada kegiatan AMI untuk Prodi S-2 Ilmu Politik Unair.

Angga –panggilan akrab Airlangga Pribadi– selama ini dikenal sebagai salah seorang dosen muda yang kritis. Kepergian sosok ilmuwan muda yang dikenal gigih membela nilai-nilai demokrasi dan keadilan sosial itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, civitas academica, dan para koleganya. 

Lahir di Jombang pada 23 November 1976, Angga tumbuh menjadi pribadi yang dikenal tekun dan haus akan ilmu pengetahuan. Kecintaannya pada studi sosial-politik membawanya menempuh pendidikan tinggi S-2 di Universitas Indonesia tahun 2006 hingga kemudian meraih gelar Ph.D. (doctor of philosophy) dari Murdoch University, Australia, pada 2016.

BACA JUGA:Airlangga Pribadi Kusman Berpulang saat Berkarya, Sempat Menulis Makalah tentang Soekarno

 BACA JUGA:Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi Ajak Anak Muda Tetap Kritis lewat Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z

Angga ketika muda dikenal sangat gigih berjuang untuk dapat menempuh kuliah di luar negeri. Seniornya seperti Prof Kacung Marijan menjadi salah satu ilham yang membuat Angga bersemangat belajar bahasa Inggris agar dapat melanjutkan studi di luar negeri. 

Angga adalah lulusan S-1 FISIP Universitas Airlangga tahun 2002. Setelah melanjutkan S-2 dan S-3, Angga kembali mengabdikan diri menjadi dosen di almamaternya.

Intelektual Organik

Sebagai dosen muda, Angga tidak hanya mengajar di Departemen Ilmu Politik, FISIP, Universitas Airlangga. Ia juga dikenal tajam dan konsisten dalam membedah dinamika politik di Indonesia. 

Tulisan Angga tidak hanya tersebar dalam bentuk opini di berbagai media massa seperti Kompas, Media Indonesia, dan Jawa Pos, tetapi juga dalam bentuk artikel jurnal Prisma dan jurnal internasional bereputasi serta buku. 

BACA JUGA:Merahnya Ajaran Bung Karno, Airlangga Pribadi Luruskan Pandangan Umum Soal Soekarno

BACA JUGA:Airlangga Pribadi: Ada 4 Indikasi Penggerusan Demokrasi

Dibandingkan menulis artikel jurnal, Angga dikenal sebagai dosen yang telah menghasilkan buku-buku yang populer. Buku yang ditulis Angga, selain buku Merahnya Ajaran Bung Karno: Narasi Pembebasan ala Indonesia, buku baru yang dihasilkan Airlangga Pribadi bersama Rocky Gerung pada 2026 adalah Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: